Halaman

11 Mei 2012

Risoles




Udah berapa kali anak anak request risoles tapi masih tertunda terus. Memang mereka suka sekali tapi aku jarang bikin gorengan. Tapi hari ini aku rencana mau bikin. Pas anak anak ke sekolah aku mulai menyiapkan bahan. Bikin secukupnya hanya tuk keluarga kecil kami 4 orang, hehe. Jadi resepnya juga hanya untuk sekitar 12 bijian.

Kalau dulu mamaku selalu bikin pake takaran kira kira sampai dirasa pas kekentalan adonannya. Nah kali ini aku timbang aja dengan gram biar teman teman nggak bingung. Kalau bikin banyak biasanya mama taruh di freezer setelah berbentuk dadar. Dilapisi plastik tiap layernya biar nggak saling lengket lalu taruh dalam wadah kedap udara. Tahan sampe sebulan.

Untuk kulit, sesuaikan dengan selera saja. Kalo mau agak tebal adonan jangan dibuat terlalu encer.

Bahan :
- 150 gr terigu protein tinggi
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm susu kental manis
- 2 butir telur
- 300-325 ml air  (tergantung mau tebal atau tipis hasilnya, semakin encer semakin tipis)
- 1 sdm margarin cair
- minyak untuk menggoreng

Bahan isi :
- 150 gr daging giling
- 1 buah wortel, potong kotak kecil
- 1 buah kentang, potong kotak kecil
- 2 batang daun bawang
- 2 batang daun seledri 
- terigu sedikit untuk pengikat

Bumbu halus :
- 3 siung bawang putih
- 2 butir bawang merah
- 1/2 sdt merica
- garam secukupnya
- gula secukupnya

Baluran :
- 1 butir telur (buang bagian putih yang kental berbiji supaya paniran rata)
- tepung panir orange secukupnya

Cara membuat :
  1. Bahan isi : tumis bumbu halus sampai wangi dengan sedikit minyak. Masukkan daging cincang. Masak sampai berubah warna lalu masukkan kentang dan wortel. Masak sampai agak lunak. Kalau perlu tambahkan air sedikit saja. Cicipi rasanya dan tambahkan garam atau bumbu lain sesuai selera. Sebelum mematikan api, tambahkan daun seledri dan daun bawang, aduk rata. Taburi sedikit terigu hingga tumisan terlihat agak menyatu (supaya pada saat diisikan ke dalam kulit isi tidak berhamburan). Aduk rata beberapa saat. Matikan api, dinginkan. 
  2. Dadar : Campur semua bahan kering, aduk rata, tambahkan telur dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk sampai didapatkan kekentalan yang sesuai. Saring. Tambahkan margarin leleh. Aduk sampai tercampur rata. Diamkan 15 menit. Buat dadar tipis tipis sampai habis. Beri isi lalu gulung, lem dengan menggunakan sisa adonan kulit. Celupkan di dalam telur lalu gulingkan dalam panir hingga merata. Simpan dalam lemari es selama 30 menit agar panir menempel sempurna.
  3. Penyelesaian : siapkan minyak banyak di wajan. Panaskan dengan api sedang. Goreng risoles sampai garing dan kekuningan. Angkat. Tiriskan di atas tisu makan. Sajikan dengan cabe rawit atau saos sambal.

Karena belum pernah mencoba american risoles (anak anak nggak suka daging asap) aku  sisihkan beberapa lembar kulit dadar untuk dibuat american risoles. Daging asap aku ganti dengan sosis. Sisanya tambah potongan keju, telur, mayonaise dan sedikit mozarella. Hasilnya yummi juga tapi semuanya lebih suka isian daging, hehe ^^




7 Mei 2012

Halo Halo...sweet dessert from Philipines


Halo halo nama yang lucu ya buat sebuah dessert. Tapi ini adalah halo halo Philipina bukan Indonesia, kalau di Philipina halo halo berarti mix mix atau campur campur. Yaaaaa...mirip mirip es campur kita lah.

Karena keseringan posting kue dari ubi jalar, aku dapat tantangan dari Mbak Pepy "Indo Eats" tuk bikin dessert khas Philipina ini. Awalnya aku agak kurang tertarik...lihat bahannya yang super duper kompleks *waduuuuh bahasane* hihi. Memang sih bahannya lebih banyak dari es campur khas Indonesia, dan bukan hanya itu, kalo melihat bahan bahannya dan membayangkan rasanya kok kayak campur aduk ya...? Kalau cuman  es serut plus nangka plus agar/jelly plus tapioca pearls plus kacang merah plus kelapa muda sih menurutku masih masuk akal ya. Tapi ini...lhaaa ada tambahan potongan ubi rebusnya, ada juga es krimnya ditambah lagi pisang yang kayak kolak itu...waaaaaah puyeng duluan.

Tapi ternyata aku kepikiran juga. Resep ini lumayan menantang menurutku. Penasaran !! Karena ada beberapa bahan yang memang harus dibikin lebih dahulu seperti caramelized banana, tapioca pearls dan es krim ubinya. Akhirnya aku bulatkan tekad...harus bisa bikin. Hayoooo...semangat!




Bahan yang harus aku bikin terlebih dulu jelas harus es krim ubi ungu. Resep aku lihat dari blog Wati Cookery, tengkyuuuu Mbak Wati... . Nah itu aku bikin dari 2 hari yang lalu. Rasanya enaaaak tapi agak berat. Benar kata Mbak Wati satu scoop udah cukup. Kebanyakan bisa blenger, hihi. Ubi kan agak berat tuh jadi es krim ini lumayan mengenyangkan. 

Tadi aku bikin pisang yang dimasak bersama karamel dan juga tak lupa bikin tapioca pearlsnya. Setelah itu tinggal menyiapkan bahan bahan pendukung lainnya yang tentu saja mudah didapatkan. Kelapa muda, kacang merah (aku masak sampai empuk lalu ditambahkan gula pasir), nangka, agar agar (aku masak dengan tambahan jelly supaya teksturnya asyik),  Ada satu yang aku nggak ketemu, kolang kaling. Secara kalau di tempatku kolang kaling adanya pas ramadhan aja. Jadi sekarang nggak mungkin ketemu. Biasanya juga di supermarket ada yang kalengan, tapi kali ini aku betul betul nggak nemu. Sebenarnya malah banyak bahan bahan tambahan lainnya. Di sana tiap daerah berbeda juga resepnya. Ada yang pake jagung manis, nata de coco, ada juga yang pake aneka kacang kacang lain. Malah sebenarnya harus juga ada puding karamelnya. tapi aku skip aja. Begitu juga dengan susu evaporatednya aku ganti dengan susu kental manis.

Yah...pokoknya bahan bahan intinya sudah ada. Untuk kuahnya dari es serut dan susu kental manis. Cara bikinnya susun es serut di dasar gelas. Setelah itu tata bahan-bahan lainnya di atas es serut. Tuangi susu kental manis dan terakhir beri es krim ubi ungu. Waaaaaaah....kalau dari tampangnya udah kelihatan mirip halo halo ya. Tapi pas diicip enaaaak sih tapi menurutku 'to much going on'...hahaha. Mungkin karena kita nggak biasa aja ya. Buktinya es ini sangat populer di sana. 

Akhirnya gelas berikut untuk anak anak dan hubby hanya aku bikinkan es campur biasa. Minus pisang, ubi rebus, dan es krim. Itu nanti aja dimakan sendiri. Mereka pun menghabiskannya dengan semangat.

Tuk Mbak Pepy...makasih banyak motivasinya. Walaupun belum jadi makanan favorit...tapi senang juga bisa mencoba dan mencicipi makanan dari negara lain.

5 Mei 2012

Bakpia Basah


Masih demam bakpiaaaaa...semoga nggak pada bosen ya. Kali ini cobain bikin bakpia basah. Pertama kali makan aku beli di pasar. Lho kok bakpianya aneh...lembut tapi enak. Nggak kayak bakpia dengan kulit renyah berlapis lapis. Setelah browsing sana sini akhirnya aku tau kalo bakpia ini namanya bakpia basah aka roti pia isi kacang ijo. Huahahaaaaa...ternyata! Resep yang paling oke menurutku dari blognya Mbak Nien Ing dan Mbak Diah Didi lagi...hehe *halo mbak Diah, jangan bosan ya* kedua resep ini sama. Jadi aku tulis aja resepnya Mbak Nien ya. Aslinya dia dapat juga dari temannya yang udah terbukti enaknya, Liu Nomiaty Cake. Aku bikin setengah resep dari resep asli dengan sedikit modifikasi. Izin share ya mbak...

Bahan :
- 250 gr tepung terigu protein sedang
- 35 gr margarin
- 125 ml air hangat
- 1/2 bungkus ragi instan
- 50 gr gula pasir
- 1/2 sdt garam

Bahan isi :
- 150 gr kacang hijau
- 70 gr gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 1 1/2 sdm minyak goreng
- 1 lembar daun pandan
Cara membuat :
  1. Isi : rebus kacang hijau sampai empuk, angkat dan tiriskan, kemudian haluskan. Masak/aron bersama gula pasir (aku pake gula merah sebagian), garam dan pandan. Aduk terus sampai kacang hijau menjadi kering dan kalis. Dinginkan. Bentuk bulat bulat.
  2. Kulit : campur tepung, ragi dan gula pasir. Aduk rata.
  3. Masukkan air hangat, uleni hingga rata adonannya (aku pakai mixer).
  4. Masukkan margarin dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
  5. Bulatkan adonan, tutup dengan kain lembab lalu fermentasikan 45 menit (aku 30 menit).
  6. Kempiskan adonan dan timbang masing-masing 30 gr (aku 15 gr), beri isian kacang ijo lalu tutup bentuk bulat dan pipihkan. Letakkan di loyang tanpa olesan. Beri jarak karena roti ini akan mengembang sedikit.
  7. Diankan 15 menit. Panggang dengan oven suhu 200 C selama 10 menit.
  8. Keluarkan dari oven dan balik. Masukkan ke dalam oven lagi  alu panggang selama 5 menit. Angkat.


Bakpia ini walaupun bukan bakpia asli tapi sama enaknya. Rotinya tetap lembut dan udah pasti kalau dimakan...nggak perlu beresin remah remahnya, karena emang sama sekali nggak beremah...hehe *lirik Mbak Ira R*

Bakpia Telo


Waktu bikin kue mangkok ubi ungu, udah habis stok ubi jalar unguku di rumah. Tapi kemarin waktu ke pasar...lihat lagi, tak sanggup aku untuk tak membelinya....hehe walaupun bingung resep apa lagi yang pake ubi jalar ungu atau telo ungu ini. Ah...pokoknya beli dulu, bikin resep urusan belakang ^^




Tapi...berhubung anak anak dan hubby juga udah request bakpia pathok lagi, akhirnya hari ini aku bikin lagi dengan 2 macam isian. Kacang ijo dan ubi ungu. Hahahaaaa...tuh kan akhirnya idenya pasti ketemu. Resep itu nggak ada habisnya kok. Asal selalu kreatif aja...

Resep kulit bakpia persis yang kemarin. Tapi isiannya aja aku ganti dengan ubi ungu. Ubi ungu direbus, haluskan lalu aron bersama gula (ukuran sesuai derajat kemanisan), sedikit santan, sedikit garam dan 1 sdm minyak sampai kalis. Setelah dingin dibulat bulatin...untuk isian. Bikinnya juga persis sama...jadi silahkan lihat resepnya di sini ya. Atau kalau mau lihat resep isian bakpia telo yang lain bisa lihat di blognya Mbak Diah Didi.

4 Mei 2012

Bingka Labu



Kebetulan sekali ada labu di kulkas. Kak CT baru saja posting resep Bingka Labu Berjagung. Hwaaaa...langsung ngilerlah aku. Tanpa ba bi bu...langsung siapkan bahan dan segera aku bikin. Tapi karena nggak ada jagung krim aku pakai labu saja seperti di resep aslinya dari Dapur Tanpa Sempadan.

Hasilnya, enaaaak sekali. Lembut dan gurih khas labu. Kue jenis ini adalah favoritku. Cuman atasnya kurang cokelat aja. Tapi sudah matang kok, harusnya tadi aku grill dulu atasnya sebentar biar cantik. 

Buat Kak CT dan Mat Gebu, terima kasih banyak sudah berbagi ilmu dan resepnya. Aku izin catat resepnya yaa..

Bahan :
- 450 gr labu manis, kukus hingga lembut dan haluskan
- 500 ml santan
- 5 butir telur 
- 200 gr tepung terigu protein sedang
- 180 gr gula halus
- 1/2 sdt vanila bubuk
- 1/2 sdt garam
- wijen secukupnya untuk taburan

Cara membuat : 
  1. Panaskan oven pada suhu 200 C, olesi loyang 20 cm (aku pakai 1 loyang brownies ditambah 2 loyang kue bingka mini) dengan mentega, alas dengan aluminium foil yang ukurannya lebih besar di bagian sisi panjangnya supaya mudah mengeluarkannya.
  2. Dalam wadah, satukan semua bahan di atas kecuali labu, wijen dan vanila. Aduk rata dengan whisk hingga gula larut. Masukkan labu halus dan vanila, aduk rata.
  3. Tuang dalam loyang dan taburkan wijen. Bakar selama 45 - 50 menit hingga permukaan kelihatan sedikit kecoklatan. Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan sejenak. Kemudian keluarkan dari loyang. Dinginkan sebelum dipotong agar hasilnya rapi.

3 Mei 2012

Bakpia Pathok



Sebenarnya sudah dari dulu cari resep bakpia pathok yang pas. Yang mirip mirip dengan originalnya...imut dan kulitnya lembut alias nggak krispy. Dulu udah pernah bikin dapat resep dari majalah, tapi walaupun enak dan berlapis lapis...sebenarnya itu bukanlah ciri khas bakpia pathok. Jadi masih browsing terus.

Kemarin nggak sengaja aku cari resep lain, ketemu resep bakpia pathok punyanya Mbak Diah Didi. Di gambar kelihatan teksturnya yang lembut. Dan reviewnya Mbak Diah juga emang lembut kulitnya. Memang cara pembuatan dan resepnya agak beda. Patut dicoba nih...tapi aku ganti isiannya jadi kacang ijo aja. Lebih enak! makasiiih ya Mbak Diah, resepnya emang top deh! hubbyku paling doyan...

Resepnya ada yang kurang detail. Jumlah minyak di resepnya tertulis 200 ml, tapi nggak ditulis berapa untuk dituang ke adonan dan berapa untuk rendaman adonan. Jadi aku pake kira kira aja. Pas teksturnya dah mulai lembek aku berhenti di 50 ml minyak. Sisanya yang buat rendaman. Okey berikut resep kulitnya Mbak Diah dengan sedikit penyesuaian dari aku. Isiannya dari bakpia pathok yang dahulu cuman biar lebih gurih manisnya aku ganti separuh dengan gula merah.

Bahan kulit : 
- 125 gr tepung terigu protein sedang
- 65 gr tepung terigu protein tinggi
- 2 sdm gula pasir 
- 1/2 sdt garam 
- 100 ml air
- 200 ml minyak sayur (50 ml untuk adonan+150 ml buat rendaman)

Bahan lapisan :
- 65 gr tepung terigu protein sedang
- 25 ml minyak sayur
- 1/2 sdm margarin

Bahan isi :
- 100 gr kacang hijau kupas, rendam semalaman
- 150 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 1/8 sdt garam
- 1 lmbr daun pandan
- 25 gr gula pasir + 50 gr gula merah
- 1 sdm minyak
 
Cara membuat :
  1. Kukus kacang hijau yang sudah ditiriskan selama 20 menit atau sampai mekar. Angkat. Masukkan gula pasir dan gula merah, garam, santan dan daun pandan. Masak sampai kalis, sebelum dimatikan apinya tambahkan minyak. Aduk sampai kalis dan licin. Angkat dari kompor. Setelah agak dingin, bentuk bola bola.
  2. Bahan lapisan : campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan. 
  3. Bahan kulit : panaskan air (tidak usah sampai mendidih), masukkan gula. Aduk hingga rata dan gula larut. Angkat. Campur terigu dan garam. Tuangi air larutan gula lalu uleni hingga rata.
  4. Tuang minyak sayur, uleni hingga adonan kalis.
  5. Ambil adonan seberat kurang lebih 10 gram. Tipiskan adonan, ambil sedikit adonan lapisan. Ratakan pada permukaan adonan secara merata.
  6. Lipat seperti amplop lalu satukan ujung-ujungnya ( bulatkan ).
  7. Masukkan bulatan adonan dalam sisa minyak, diamkan selama 15 menit.
  8. Pipihkan adonan sampai agak tipis, isi dengan adonan isi. Betuk bulat pipih.
  9. Panggang dalam oven suhu 200 C sampai matang kurang lebih 15-20 menit. Kalau mau bagian atasnya kuning kecoklatan bisa dibolak balik. Panggang api bawah 10 menit, kemudian balik, panggang lagi 5 menit angkat  lalu balik lagi. Panggang 5 menit lagi.



2 Mei 2012

PUDING JAGUNG LAPIS COKLAT




Bahan A :
4 ½ gr agar bubuk (dari agar sachet ukuran 9 gr dibagi 2)
2 buah jagung manis disisir (diblender dengan santan)
500 ml santan
120 gr gula pasir
1 sdm tepung maizena
¼ sdt garam

Bahan B :
4 ½ gr agar bubuk
500 ml air
¼ kaleng susu kental manis coklat
120 gr gula pasir
1 sdm tepung maizena
1 sdm coklat bubuk



Cara membuat :
1. Campurkan semua bahan A termasuk jagung yang sudah diblender, panaskan diatas api hingga mendidih. Tuang kedalam cetakan.(kalo saya pakai kipas angin biar lebih cepat dingin).
2. Campurkan semua bahan B, panaskan diatas api hingga mendidih. Kemudian tuang kedalam cetakan diatas bahan A.
3. Setelah uap panas hilang, simpan di lemari es hingga dingin. Setelah itu sajikan.

NB : Acara Aroma by Siska Suwitomo