Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam. Tampilkan semua postingan

21 Desember 2013

Curry Puff...Tanpa Kari



Hari libur ini aku sudah niat mencoba lagi karipap pusing. Waktu itu aku pusing beneran karena penampakannya kurang memuaskan. Nah berbekal resep Bunda Fatmah Bahalwan aku mulai start bikin jam 3 siang. Cuma 1/3 resep. Tak diduga bikinnya cepat sekali. Setengah jam saja, karipapnya sudah bisa dinikmati. Tapi syaratnya isiannya dah dibikin duluan. Kali ini isiannya tidak menggunakan bumbu kari. Bukannya tidak suka, tapi anak anak lebih senang makan kari ayam beneran daripada makan kari ayam isian pastel...hehe. Jadi isiannya kentang, wortel, ayam cincang dengan bumbu bawang putih, bawang merah dan merica. Ditambahkan daun bawang dan seledri.

Alhamdulillah resep bu Fatmah sukses berusar-usar. Putarannya kelihatan benar. Rasanya juga oke banget. Kulitnya gurih dan renyah. Aku usahakan bikin kulitnya setipis mungkin supaya cantik dan seimbang dengan isinya. Aku juga tidak suka kulit pastel yang terlalu tebal. Tapi masih ada beberapa yang terbuka sewaktu digoreng. Cuma dua biji sih. Lumayanlah tuk percobaan kedua ini. Aku rasa karena terlalu tipis gilingnya, sebagian adonan menteganya lengket di silicon matku. Jadi bolong adonan kulitnya.


Caranya mengisi filling juga tidak boleh terlalu penuh, karena ketika kita merapatkan ujung ujungnya kita cenderung menarik adonan supaya saling bertemu. Jadi kalau isiannya terlalu banyak, tarikannya juga terlalu banyak sehingga sambungan kulit yang berlapis lapis itu jadi lepas yang berakibat ketika digoreng jadi pecah. Satu tip supaya lapisan kulitnya banyak, ketika digiling harus sepanjang mungkin. Semakin panjang adonan semakin banyak gulungannya dan semakin banyak pula lapisan yang tercipta.

Karena isiannya masih sisa aku bikin lagi 1/3 resep. Kali ini menggunakan resep mbak Vivi "Jajane Vivi". Alhamdulillah jadi juga. Hasil kulitnya renyah dan cenderung agak rapuh. Tapi rapuhnya bukan gampang hancur melainkan lebih ringan. Aku duga karena penggunaan lemak yang berbeda pada kedua resep. Resep bu Fatmah menggunakan margarin dan minyak. Resep mbak Fifi menggunakan margarin dan mentega putih. Kalau rasa, lebih gurih resep kulit bu Fatmah karena selain menggunakan margarin dan minyak beliau juga menambahkan sedikit gula pasir ke dalam adonannya. Untuk tekstur keduanya sama sama renyah dan bertahan lama renyahnya hanya punya mbak Fifi lebih ringan kulitnya. Keduanya punya kelebihan masing masing. Sewaktu mengerjakan adonan juga adonan mbak Fivi lebih mudah dihandle karena telah diistirahatkan selama 15 menit. Oh iya satu lagi...ketika mengerjakan adonan, untuk menghindari adonan melengket di matku aku taburi tipis tepung terigu. Mau tau hasilnya?? ketika digoreng kulitnya muncul sedikit gelembung kecil seperti pastel biasa. Sekedar sharing saja ^^

Over all aku puas sama kedua resep. Walaupun menurutku dari penampakan belum bisa sama persis sama punya mbak Fifi dan Bu Fatmah tapi rasa penasaranku sudah terobati. Satu lagi resep berhasil aku taklukkan. Cieeeeee...

Untuk Bunda Fatmah dan mbak Fifi terima kasih tuk inspirasinya...semoga barokah ya.







2 Desember 2013

Karipap Pusing VS Jalang Kotek...





Sudah lama kepincut sama karipap pusing yang populer di Malaysia ini. Apalagi liat punyanya mbak Vivi yang cakep banget layer kulitnya tambah pengen buat. Masalahnya di tempatku ini nggak ada mentega putih yang bagus. Aku pernah beli setelah digunakan after tastenya di mulut nggak enak banget. Rasanya ngendal di lidah dan langit langit. Memang dijualnya kemasan plastik. Kata penjualnya dia kemas sendiri. Nggak tau merknya apa. Nah itupun sisa banyak dan terbuang aja karena lama nggak terpake dan kadaluarsa. Mentega putih kan jarang digunakaan dalam pembuatan cake. Paling paling dulu aku bikin untuk bakpia atau bakpau supaya putih tapi sekarang dah dapat resep yang bagus dan nggak pake itu lagi. 

Akhirnya aku memutuskan untuk nyontek resepnya Mbak Widya Wijanarti dari majalah Martha Stewart Indonesia. Di situ juga lengkap disertakan step by stepnya. Penampakan di kulitnya agak berbeda dengan punya mbak Vivi. Mungkin karena penggunaan lemak yang berbeda. Mbak Vivi pake mentega putih sedangkan Mbak Widya menggunakan margarin. Kalau di rasa mungkin enak margarin ya, tapi di warna dan tekstur kulitnya agak beda. Kelihatan yang mentega putih lebih kering hasil kulitnya. Layernya jadi kelihatan jelas juga.

Setelah aku buat, hasilnya memang mirip punya mbak Widya. Jelas cantikan punyak mbak Widya ya...dah masternya gitu loooh...hehe. Kulitnya renyah tapi kurang keluar tekstur/motifnya walapun hasilnya berlapis lapis juga. Dan entah aku melakukan kesalahan di step yang mana...punyaku banyak yang pecah sewaktu digoreng. Daripada terbuang-buang karena nggak bisa dimakan (berminyak sangat) akhirnya inisiatif aku dipanggang aja. Ternyata enak juga. Malah si Hanif suka yang di panggang. Cuma di kulitnya agak keras hasilnya. Isiannya aku bikin dua macam. Satu ayam kari dan satu lagi daging soalnya hubby nggak makan ayam. Resep ayam kari ikut mbak Widya tapi tunanya aku ganti ayam suwir. Berikut resep aslinya dari Majalah Martha Stewart Indonesia :


Baca selengkapnya »

23 Agustus 2013

Nasi Bakar Bu Fatmah NCC




Ini pertama kalinya aku mencoba membuat nasi bakar. Dapat review dari blognya Mbak Nony, nasi bakar favorit yaitu resepnya Bu Fatmah Bahalwan NCC. Apa sih olahannya Bu Fatmah yang nggak enak?? perasaan semuanya sudah teruji dan memuaskan. Ya masakan, ya cake ya kukis...semuanya jempol. Makasih ya Bunda, selalu berbaik hati mencari, mengolah dan membagi resepnya kepada kami kami ini. Dikau memang idola para ibu...

Resepnya sama persis tapi nasi putih aku ganti dengan nasi merah. Ikan teri nasi juga nggak ada di sini jadi aku pakai teri halus biasa. Hasilnya enak, gurih dan wangi. Tapi butuh ketelatenan dalam membungkus nasinya. Tekstur beras merahnyamawur dan berhamburan...jadi susah kompak ketika akan dibungkus bentuk lontong ^^


18 Agustus 2013

CEKER TERIYAKI PEDAS


Bahan :
½ kg ceker bersihkan
1 buah bawang Bombay iris kasar
1 sachet saus teriyaki
1 sdm kecap manis
Bumbu halus :
2 butir bawang putih
¼ sdt jahe halus
¼ sdt merica bubuk
5 buah cabai rawit tua
Garam
Gula
Cara membuat :
Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukan bombay ,cabai,  cumi, dan saus teriyaki masak sampai matang.
Angkat dan sajikan.

18 Juni 2013

Opor Ayam




Aku sering bikin olahan ayam berkuah yang mirip opor tapi baru kali ini bikin opor beneran. Maksudnya?? iya, yang aku bikin lebih mirip kari sih. Sebenarnya opor ya kari juga tapi bumbunya lebih minimalis serta warnanya agak pucat karena tidak menggunakan cabe dan kunyit. Nah, kalau kebetulan pas makan di rumah teman dan disuguhkan opor ini, anak anak suka sekali dan seringkali minta dibikinkan. Nah hari ini aku sempatkan tuk mencoba resep ini. Segera anak anak makan dengan lahapnya, soalnya sama sekali nggak ada jejak pedesnya. Padahal karena gemes warnanya terlalu pucat tetap juga aku tambahkan cabe merah besar. Tapi cuma seiprit...sepotong aja agar ada semburat semburat merahnya. Halaaah....liat aja di gambar nggak kelihatan kalo ada cabenya kan??? Resep di atas ini menghasilkan opor yang agak kental. Kalau mau lebih light bisa menggunakan santan encer ya.

Untuk mendapatkan hasil opor yang beraroma wangi dan tidak terlalu berlemak, bumbu bumbu kering sebaiknya disangrai sebelum dihaluskan. Kulit ayampun sebaiknya dibuang apabila menggunakan ayam ras.

Baca selengkapnya »

17 Mei 2013

Wonton Soup (Sup Pangsit)



Kemarin anak anak minta dibikinkan pangsit goreng. Karena sudah lama pengen coba bikin wonton sup atau sup pangsit sekalian aja aku bikin juga. Kebetulan cuaca lagi tidak bersahabat. Beberapa hari ini hujan terus. Bawaannya dingiiiiiiiin aja.

Di sini nggak ada yang jual kulit pangsit. Adanya kulit spring roll. Jadi aku bikin kulit pangsit  sendiri, resepnya lihat di About.com.  Lumayan simple. Bahan isian dan kuahnya lihat di mbak Yulyan Parwati cuman kudobel bikinnya karena sekalian bikin pangsit goreng. Hasilnya enak, yang gorengan renyah gurih, yang sup hangat hangat seger. Tapi sayang, hubby sama Hanif  lebih suka pangsit goreng. Memang hubby pecinta gorengan sejati sih....walaupun dah habis semangkuk sup tapi reviewnya nggak memuaskan padahal kuah supnya enak. Katanya pangsit lebih cocok digoreng. Awalnya aku ragu juga, karena resepnya cuman pake kaldu ayam, garam dan merica ditambah sedikit kaldu bubuk. Biasanya aku bikin sup selalu pake bawang putih biar wangi. Tapi mungkin karena aku menggunakan kaldu ayam dari ayam kampung, dengan bumbu minimal itu rasanya sudah rich dengan sendirinya. Kaldunya segar dan tidak amis. Enak deh pokoknya. Makasih ya Mbak Yulyan sharingnya...
 




Oh iya, tadi siang seru sekali...kumpul bareng teman latbar bikin cistik dan red velvet cake sambil makan bubur menado di rumahnya Rika. Sayang nggak sempat kefoto kuenya karena aku pulangnya cepat mau ke rumah sakit dulu. Habis makan bubur Menado, foto foto sebentar langsung ngaciiiirr....hehe





lagi bikin cistik...Yusti (kerudung hitam) masternya ^^




weeeenak....sedaaaaaap...bubur menadonya. Tengkyuuuu Rikaaaaaa.....





tetanggaku idolaku...luv you all!!



8 November 2012

Nasu Likku' (Bugis)


Resep ini baru pertama kali aku praktekkan. Walaupun aslinya dari daerah Bugis, aku belum familiar karena kayaknya mamaku belum pernah bikin. Biasanya disajikan bersama burasa atau tumbu sejenis lontong bersantan dari Sulawesi. Paling sering muncul pada saat lebaran. Untuk burasanya insyaAllah lain kali aku posting resepnya ya. Kali ini aku sharing resep nasu likku'. 

Yang khas dari masakan ini adalah penggunaan lengkuas yang lumayan banyak. Namanya saja nasu likku'. Nasu berarti masak sedangkan likku' berarti lengkuas. Lengkuasnya bisa diparut maupun diblender untuk menghasilkan serat serat halus. Selain lengkuas digunakan pula kelapa parut sangrai. Ini ditujukan untuk menambah kekentalan dan wangi khas pada masakan. Syaratnya sangrai kelapa sendiri jangan beli kelapa kering tuk kue ya? Bumbunya minimalis tapi tetap kaya rasa. Versiku aku bikin yang agak kering. Seperti rendang masakan inipun bisa dibikin full kuah maupun kering. Sama sama enak kok. Kalau penasaran yuk dicoba resepnya...

Baca selengkapnya »

1 November 2012

AYAM LADA HITAM


Bahan :
½ kg ayam dipotong-potong lalu cuci bersih
1 buah bawang Bombay iris kasar memanjang
3 sdm kecap manis
1 ½ sdt lada hitam bubuk
200 ml air

Bumbu halus :
3 butir bawang putih
1 sdt garam
4 buah cabe rawit merah ( kalau suka pedas )

Cara membuat :
Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukan bawang Bombay, aduk.
Masukan ayam, air, lada hitam, dan kecap manis aduk lalu masak hingga ayam matang dan kuah mengental, angkat dan sajikan.

17 September 2012

Pangsit Mie Ungu dari Buah Bit...



Kemaren...pas cuti ke Malang aku ketemu mie aneka rasa. Salah satunya adalah mie buah bit ini. Karena dari buah bit tentu saja warnanya ungu ya. Tapi karena udah bercampur dengan tepung ungunya gak terlalu gelap jadi agak agak nge'pink' aja. Tentu saja kubeli dengan niatan mau diolah jadi mie pangsit kalau tiba di rumah.

Hari ini aku udah niat bikin pangsit ungu. Dulu, aku sudah pernah bikin pangsit mie hijau dari air sawi. Waktu itu ayamnya aku cincang dulu dan ditumis bersama jamur kancing. Nah kali ini aku mau bikin versinya Pak De'...bapak penjual yang sudah terkenal mie pangsitnya seantero Sorowako...halaaaahhh bahasanya. Nggak tau namanya siapa, orang semua manggilnya Pak De'. Nah tumisan ayamya Pak De' ini teksturnya kayak ayam suwir kasar. Ada bagian bagian yang besar potongannya ada pula yang kecil. Malahan kadang kadang ada sedikit serpihan tulangnya keikut. Aku berasumsi, mungkin beliau menggunakan potongan potongan ayam yang kemudian dimasak lama dalam kuah kecap sampai ayamnya hancur tapi tetap ada teksturnya. Khas serat daging ayam.

Berikut ...my version of Mie Pangsit Pak De'... tapi supaya lebih lengkap aku tambahkan pentol bakso ke dalam kuah kaldunya. 

Bahan :
- mie kering ungu (rebus matang beri sedikit minyak lalu saring) 
- tumisan ayam kecap
- kaldu pangsit
- kerupuk pangsit (pembuatan bisa lihat di sini)
- sawi rebus 
- sambal rebus

Tumisan Ayam Kecap :
- 1/2 ekor ayam, potong ukuran sedang
- 4 butir bawang merah, cincang
- 3 siung bawang putih, cincang
- 2 ruas jahe, geprek 
- 1/4 butir pala
- 2 lembar daun bawang
- 5 sdm kecap manis
- 1 sdm saos tiram
- 1 sdt minyak wijen
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- minyak secukupnya untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bawang merah, bawang putih, pala dan jahe sampai wangi. Masukkan ayam. Aduk aduk sampai berubah warna.
  2. Tambahkan kecap, saos tiram, garam, dan merica. Berikutnya air secukupnya. Masak dengan api kecil sampai daging ayam benar benar lunak dan agak hancur. Kalau kuahnya habis sedangkan ayamnya belum hancur tambahkan lagi air dan masak sampai lunak. Terakhir tambahkan air dan daun bawang lalu masak sampai kuah menyusut dan mengental tapi tidak kering. Masukkan minyak wijen, aduk rata lalu matikan api.

Kaldu pangsit :
- air kaldu ayam (dari rebusan tulang ayam)
- bawang putih
- merica
- garam
- bakso
- kucai
- bawang goreng
- minyak wijen

Cara membuat :
  1. Haluskan bawang putih, garam dan merica. Tumis dengan sedikit minyak lalu setelah wangi tuang ke dalam rebusan kaldu dari tulang ayam.
  2. Masukkan pentol bakso. Terakhir masukkan minyak wijen sedikit saja. Siap disajikan panas.
Penyajian :
Tata mie ungu dalam mangkok. Beri sayur sawi yang sudah diseduh dalam kuah pangsit. Tambahkan tumisan ayam dan daun bawang. Sajikan dengan kuah kaldu, sambal cabe serta jeruk nipis.




2 Agustus 2012

AYAM GORENG CABE IJO


Bahan :
5 potong ayamm goreng
50 gram cabe hijau di uleg kasar ( jumlah bisa ditambah )
50 gram tomat hijau diiris kasar.
1 sdt gula pasir
100 ml air.
Bumbu di uleg :
2 butir bawang putih
4 butir bawang merah
½ sdt garam


Cara Membuat :
Tumis bumbu uleg hingga harum, lalu masukan cabe hijau, tomat hijau, ayam goreng, gula pasir dan tuangkan air, masak hingga bumbu mersesap sampai air habis. Angkat sajikan.

28 Juli 2012

Sup Bakso Ayam home-made



Paling enak memang berbuka dengan hidangan berkuah panas ataupun dessert berkuah. Rasanya kerongkongan yang seharian kering...langsung basah kembali, hmmmmm nikmaaatt!

Dapat resep bikin bakso kenyal ini dari Mbak Alice. Resep aslinya dari Neckred Kitchen.  Makasih banyak tuk resepnya.
Setelah dicoba beneran baksonya asli kenyal. Hanif dan iyut makannya lahap sekali. Bapaknya nggak ikutan karena memang nggak doyan ayam ^^

Resepnya sama aja cuman aku tambahin sedikit bawang putih dan sedikit bawang goreng. Kan emang itu bumbu khas bakso/pentol Indonesia...hehe. Berikut resepnya dengan sedikit modifikasiku ya...

Bahan bakso :
- 500 gr dada ayam tanpa tulang, potong potong
- 125ml air es
- 1 sdm kecap ikan
- ½ sdm gula
- ½ sdm minyak
- 2 sdm tepung maizena
- 1¼ sdt baking powder

Bumbu halus (ulek halus) :
- 3 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm bawang goreng
- 1 sdt garam

Cara membuat : 
  1. Haluskan daging ayam dalam food processor. Tambahkan air sesendok sesendok sampai 5 sendok supaya menjadi pasta yang halus.
  2. Dalam wadah yang lain, campurkan kecap ikan, sisa air es, baking powder, gula,  minyak dan bumbu halus. Masukkan daging ayam giling. Aduk sampai rata dan airnya terserap dalam daging ayam.
  3. Supaya yakin dengan rasanya bisa dicoba dengan memasak 1 sdt adonan bakso. kalau ada yang kurang tambahkan.
  4. Dalam panci, rebus air sampai mendidih. Matikan apinya. Bentuk bakso bulat bulan menggunakan tangan kiri dan tangan kanan menyendok membentuk bulatan. Tangan dan sendok harus selalu dibasahkan agar adonan tidak melengket. Tuang ke dalam air panas. Setelah permukaan penuh dengan bakso. Nyalakan kembali api kompor tapi tidak sampai mendidih. Cukup sampai simmer saja. Kalau tidak nanti baksonya tidak bisa kenyal.
  5. Sementara memasak adonan bakso gelombang pertama, simpan di freezer dulu sisa adonan. Nanti kalau bakso sudah diangkat, baru lanjutkan lagi membentuk bakso. Setelah bakso mengapung, biarkan beberapa saat lagi dalam panci agar matang sampurna dan dalamnya sudah tidak berwarna pink lagi. Angkat dan masukkan ke dalam wadah berisi air es. Siap digunakan dalam masakan atau bisa disimpan dalam freezer.

  

Untuk membuat sup bakso ayam, resepnya seperti bikin sup ayam biasa. Tinggal merebus tulang ayam kampung atau sekalian dengan ayam kampungnya. Tambahkan potongan wortel lalu diberi tumisan bumbu halus bawang putih, merica dan garam. Kalau mau tambahkan kaldu bubuk silahkan...tapi tanpa itu kaldunya sudah asli gurih. Aku tambahkan 1 sdt minyak wijen. Dan disantap dengan bahan pelengkap telur puyuh, soun, dan bawang daun. Nyaaaaaaam...

7 Maret 2012

Dangkot




Dangkot

Dalam rangka memeriahkan even bulanan Indonesian Food Party, untuk edisi Maret aku nyetor dangkot ini ke IFP host Mbak Tata dan Mbak Momon.

Dangkot adalah singkatan dari bahasa Toraja yakni daging kotek yang artinya daging bebek. Merupakan salah satu makanan khas daerah Toraja dan sekitarnya. Umumnya sih memang menggunakan daging bebek tapi karena di tempatku sini bebek nggak ada yang jual orang kemudian menggantinya dengan daging ayam kampung.


Yang khas dari lauk ini adalah rasa pedas dan aroma lengkuas sereh yang sangat kuat. Wangi memang...karena dimasak sampai kuah benar benar habis dan kering. Kalau dilihat penampilannya sama sekali tidak menarik. Ayam atau bebek dipotong kecil-kecil sekitar 2 centian. Tidak tterlihat lagi bentuk ayamnya...yang mana paha yang mana dada, dan seterusnya. Jadi bentuknya memang imut. Dan kelihatan serabut serabut lengkuas yang diparut/diblender menyelimuti ayamnya.

Resep aku dapat dari temanku Ulfah mamanya Caca tetanggaku yang baik hati, hehe. Karena bahannya semua sudah lengkap segera aku bikin. Umumnya rasa pedas didapatkan dari penggunaan cabe Toraja yang terkenal pedas. Bentuknya kayak paprika tapi mini-mini. Tapi aku tau kalo bikin mengikuti resep asli, di rumah anak anak bakalan nggak bisa makan karena kepedasan. Apalagi hubby nggak makan ayam...jadi masak aku suruh ngabisin sendiri?? hihi. Jadi aku tukar aja dengan cabe merah biasa dan jumlahnya pun sedikit saja. Lengkuasnya pun sebaiknya diparut untuk mendapatkan tekstur bumbu yang kasar, tapi demi keefisienan aku pake blender aja.

Bahan :
- 1 ekor ayam kampung, potong kecil kecil
- 1-2 bonggol lengkuas (tergantung ukuran)
- 7 batang sereh (ambil bagian putihnya)
- minyak secukupnya untuk menumis bumbu

Bumbu halus :
- 10 butir bawang merah
- 7 siung bawang putih
- 10 biji cabe rawit/cabe toraja (aku pakai 1 buah cabe merah)
- 2 ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- 1/2 sdt merica
- garam secukupnya
- gula secukupnya

Cara membuat :
  1. Blender lengkuas dan sereh. Sisihkan.
  2. Blender bumbu halus. Kalau pada saat blender ditambahkan air maka air harus dihilangkan dengan cara memasak bumbu sampai airnya habis. Baru kemudian ditumis menggunakan minyak.
  3. Panaskan minyak goreng untuk menumis. Masukkan bumbu halus bawang dan bumbu halus sereh lengkuas. Tumis sampai wangi.
  4. Masukkan ayam lalu masak sampai ayam empuk dan matang. Tambahkan air sesekali apabila air menyusut dan ayam belum empuk.
  5. Setelah ayam betul betul empuk, terus mengaduk sampai ayam benar benar kering bumbunya. Nanti akan terlihat serabut dari bumbu yang sudah mengering. Matikan api. Angkat.
  6. Siap disajikan.

2 Maret 2012

AYAM GORENG BUMBU KUNING


Bahan:
1 kg ayam potong2 cuci bersih
2 lbr daun salam
350 ml air

Bumbu halus:
8 butir bawang merah
4 butir bawang putih
5 butir kemiri
3 cm kunyit
1 cm jahe
2 sdt ketumbar bubuk
1 sdt asam Jawa
1 sdm gula Jawa
2 sdt garam
1 btg serai (10 cm)

Cara membuat:
Taruh dalam panci ayam, masukkan bumbu halus, daun salam, dan tuangi air lalu aduk hingga rata.
Masak hingga ayam matang dan air menyusut, Angkat.
Goreng dalam minyak panas hingga kuning kecokelatan dan kering.
Angkat dan Sajikan.

28 Januari 2012

Ayam Panggang

Ayam Panggang

Ayam Panggang

Ini adalah salah satu resep favorit menu lebaran di rumah mama. Ayamnya lebih enak menggunakan ayam kampung, tapi kalo ngga ada bisa juga pake ayam ras. Bumbunya gurih karena santannya diperas menggunakan air kelapa...mantep deh pokoknya. Kalo mama biasanya 1 ekor ayam cuman dibagi 4. Tapi supaya anak anakku gampang makannya aku potong ukuran sedang aja.

Bahan :
- 1 ekor ayam, potong sesuai selera
- 5 lembar daun jeruk purut
- 3 batang sereh, digeprek
- 3 jari lengkuas, digeprek
- 1 sdm air asam
- 1 sdt gula pasir
- 500 ml santan dari 1 butir kelapa (diperas menggunakan air kelapa)

Bumbu halus :
- 100 gr bawang merah
- 200 gr cabe merah besar
- 5 siung bawang putih
- 2 ruas jahe
- 2 ruas kunyit
- 1 sdm ketumbar
- 4 biji kemiri
- 1/4 sdt merica
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Setelah ayam dibersihkan dan dicuci bersih, masak bersama santan dan bumbu halus. Tambahkan garam, gula dan air asam.
  2. Masak sambil sesekali diaduk sampai airnya kuahnya berminyak dan airnya menyusut.
  3. Panggang di atas bara api/oven sampai ayam berbau wangi khas bakaran (jangan sampai hitam).
  4. Ayam siap disajikan hangat bersama sambal.

2 Desember 2011

Ayam Goreng Crispy

Crispy Fried Chicken


Crispy Fried Chicken

Kriuk...kriuk begitulah bunyinya, kakinya bertanduk hewan apa namanya???
Ayaaaaaam...gorengg!! Hmmm jangan ditanya deh kalo ibunya masak lauk ini. Waduh, anak-anak lahap sekali makannya. Sampe nambah-nambah...

Aku suka bikin dalam potongan-potongan kecil. Bumbunya lebih meresap, dan lebih renyah pula. Dulu...karena menghindari penyedap masakan aku selalu bikin sendiri dari terigu, maizena, baking powder, telur, merica dan garam. Tapi anak-anak selalu komplain. Nggak seenak KFC katanya! Renyahnya sih dapat tapi rasanya tetep beda. Daripada anak-anak makannya malas, yah akhirnya aku bikin tapi dengan tambahan sedikit tepung bumbu. Walaupun mungkin mengandung msg tapi kan kita tahu dan batasi jumlahnya. Dan supaya pake tepung bumbunya gak terlalu banyak, aku olesi dulu ayamnya dengan merica dan garam. Adonan tepungnya juga aku tambahkan garam dan merica.

Lha...daripada beli di luaran...gak tau mereka pake apa aja. Mana sekarang banyak bahan-bahan kimia dicampur ke dalam makanan. Belum lagi minyaknya yang warnanya dah gelap nggak jelas udah dipake menggoreng berapa kali. Hiiii syeeeremm deh pokoknya.

Nah, untuk resepnya aku pake ukuran kira-kira ya...

Bahan :
- daging ayam tanpa tulang (potong kecil-kecil beri sedikit merica & garam)
- 1 bagian tepung bumbu (aku pake Sajiku)
- 1 bagian tepung terigu
- 1 bagian tepung maizena
- garam dan merica secukupnya
- putih telur dingin (dari kulkas) untuk celupan

Cara membuat :
  1. Setelah ayam dibersihkan, bubuhi sedikit garam dan merica dan biarkan beberapa saat sampai bumbu meresap.
  2. Campur 3 bahan tepung, garam dan merica. Aduk rata. BAlurkan potongan ayam dengan bahan tepung lalu celup dalam putih telur. Setelah itu baluri lagi ayam dengan tepung sambil ayamnya ditekan-tekan/dicubit-cubit (untuk membentuk krispian).
  3. Goreng dalam minyak banyak dengan api sedang sampai garing.
  4. Angkat, tiriskan dengan tisu makan.
  5. Sajikan hangat-hangat dengan saos favorit.


Crispy Fried Chicken

2 Juli 2011

AYAM MASAK ALA SWIKE

Bahan :
½ kg ayam dipotong-potong, lalu cuci bersih.
2 cm jahe dimemarkan
2 ½ sdt bawang putih halus
½ sdt merica bubuk
50 gr tauco
1 sdt gula pasir
1 sdt garam
3 – 4 sdm kecap manis
3 batang sledri di iris halus
500 ml air

Cara Membuat :
Tumis bawang putih hingga kuning kecoklatan bersama jahe, lalu masukan tauco, merica, dan ayam, aduk, lalu diberi air, garam, kecap manis dan gula pasir. Masak hingga ayam empuk. Sebelum diangkat, masukan sledri, aduk lalu angkat dan sajikan.

11 April 2011

AYAM BAKAR ASAM PEDAS




Bahan :
1 kg ayam dibuang kulitnya lalu potong2 dan cuci bersih
350 ml air
1 lbr daun kunyit, disimpulkan
2 lbr daun jeruk
2 lbr daun salam
2 buah asam kandis
1 sdm kecap manis

Bumbu halus:
10 buah cabai merah keriting
8 buah cabai rawit merah
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 butir kemiri
1 cm jahe
2-3 cm kunyit
10 cm serai
2 sdt garam
1 sdt gula merah

Cara membuat :
Campur bumbu halus dan semua bahan aduk rata lalu masak hingga ayam matang dan air susut (kering).
Kemudian bakar hingga kering (dipanggang), hidangkan dengan sambal kecap.

11 November 2010

TERIK AYAM DAN TAHU


Bahan :
½ kg ayam dipotong-potong, cuci bersih
12 buah tahu digoreng hingga berkulit
1 liter santan
2 cm lengkuas dimemarkan
2 lembar daun salam
1 batang serai dimemarkan


Bumbu Halus :
8 butir bawang merah
4 butir bawang putih
4 butir kemiri
1 sdt ketumbar bubuk
1 cm jahe
1 sdt kunyit halus
½ sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
2 sdt garam


Cara Membuat :
Tumis bumbu halus, lengkuas, salam, dan serai hingga harum. Lalu masukkan santan, ayam, dan tahu. Masak hingga matang. Sajikan dengan ditaburi bawang merah goreng.

26 Oktober 2010

GULE AYAM


Bahan :
1kg ayam potong-potong lalu cuci bersih
1 liter santan
3 lembar daun salam
2 batang serai dimemarkan

Bumbu Halus :
6 butir bawang merah
3 butir bawang putih
6 butir kemiri
1 ½ sdt ketumbar bubuk
2 sdt garam
½ sdt kunyit halus
2 – 3 cm kencur
1 sdt lengkuas halus
1 sdm gula merah
1 mata asam jawa
Penyedap secukupnya

Cara Membuat :
Tumis bumbu halus bersama daun salam dan serai hingga harum. Setelah itu masukan ayam, aduk lalu tuangi santan. Masak hingga ayam empuk dan matang.
Sebelum disajikan taburi dengan 2 sdm bawang merah goreng, lalu aduk, angkat dan sajikan dengan lontong dan kerupuk.

26 Agustus 2010

AYAM KECAP PEDAS


Bahan :
½ kg ayam cuci bersih
1 ½ sdt garam
½ sdt kunyit halus

Bumbu Saus :
10 Cabe merah keriting
6 butir bawang merah
3 butir bawang putih
½ sdt garam
1 sdt gula pasir
4 sdm kecap manis
2 sdm saus tomat merek ABC
50 ml air

Cara Membuat :
Ayam , garam dan kunyit di rebus hingga empuk, diangkat, lalu goreng, sisihkan.
Haluskan cabe merah keriting, bawang merah dan bawang putih, lalu tumis hingga harum, setelah itu masukan ayam, garam, gula, kecap manis, saus tomat dan air,aduk rata.
Masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental, angkat sajikan dengan lalapan.