Halaman

Tampilkan postingan dengan label chocolate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chocolate. Tampilkan semua postingan

10 Januari 2014

Zebra Kukus Putih Telur Pandan




Aslinya cake ini namanya white cake punyanya mbak Nina "Naura Cakes", tapi karena aku menggunakan air pandan suji untuk cairannya warnanya jadi hijau. Aku sebut saja Zebra Kukus Putih Telur Pandan supaya orang tahu kalau bahannya memang dari putih telur. Aku tertarik mencoba resep ini karena kebetulan di kulkas masih banyak sisa putih telur nganggur. Nah pas di FB kemarin lihat postingannya mbak Masita Syofyan jadi jadi pingin bikin juga. Reviewnya enak dan lembut.

Ternyata memang beda dari cake putih telur yang pernah aku bikin sebelumnya. Rasanya lebih rich dan teksturnya agak padat tapi lembut... . Enak sekali. Ini kali ketiga aku bikin. Yang pertama nggak sempat kefoto. Aku bikin dalam cup silicone mini lalu aku biarkan anak anak berkreasi menambahkan motif ke dalam adonannya. Langsung laku, ludes...enak kata anak anak. Yang kedua kali aku coba skip penggunaan emulsifiernya ternyata hasilnya bantat abis, hehe ^^. Akhirnya aku bikin lagi dengan beberapa penyesuaian. Kali ini gula aku kurangi jadi 200gr karena yang pertama menurutku agak kemanisan. Lagian ada susu kentalnya juga. Begitupun emulsifiernya dikurangi menjadi 1 sdt. Aku tuang di loyang loaf hasilnya membumbung tinggi di tengah hingga muncul cracknya. Memang sih hasil pertama lebih lembut karena mungkin emulsifiernya lebih banyak. Tapi begini juga sudah enak menurutku. Kalau teman teman mau mencoba resep asli silahkan lihat di blognya mbak Veronica Dani "Catatan Dapur Vero". Di bawah ini resep aku lihat dari mbak Masita Sofyan dengan sedikit penyesuaian.






Baca selengkapnya »

5 Januari 2014

Cake Marmer





Hari ini bapakku berangkat kembali ke tempat kerjanya di "Kolonedalle" Sulawesi Tengah. Kemarin baru datang setelah menghabiskan cuti di Makassar berkumpul dengan mama dan adek. Kalau mau ke seberang transit dulu di sini kemudian melanjutkan perjalanan naik katinting (perahu bermesin). Aku buatkan marmer cake tuk bekal di jalan. Resepnya punya Pak Sahak Pribadi yang aku intip di "Catatan Nina". Cakenya lembut agak moist dikit dan nggak seret di tenggorokan. Manisnya pun pas. Suka sama teksturnya. 

Anak anak mengantar hingga ke dermaga. Sebelum berpisah sempatkan berfoto dulu ^^






Bye bye nenek, sampai ketemu lagiiii...

Zebra Roll Cake




Bapak ibu mertua dah pulang beberapa hari yang lalu sekarang bapakku lagi yang datang. Mama mau ikut tapi kondisi kesehatan kurang memungkinkan. Jadilah bapak sendiri yang datang sekalian transit mau ke tempat kerjanya besok siang di seberang danau. Aku tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Kemarin di rumah aku mengadakan acara silaturrahmi keluarga. Keluarga besar istri adikku aku undang ke rumah tuk lebih mengakrabkan diri dan mengenal satu sama lain. Sekalian ucapan terima kasih juga karena telah banyak membantu sewaktu aku pindahan. Sambil makan makan, sambil ngobrol dan becanda canda. Asyiiik pokoknya. Rame karena ponakan ponakannya datang semua. Aku menyajikan sup tahu bakso ikan dan rawon. Untuk kuenya aku bikin 3 macam. Salah satunya ya bolu gulung si atas. Yang dua lainnya dah pernah aku posting yaitu pie buah dan brownies cappucino. Resep ini masih mengambil dari blognya mbak Nien Ing. Silahkan cek resepnya di sini.





Sebagian ibu ibu dan anak anak. Mareeeeee makannn!!



Ibu-ibunya juga mau eksis...




Bapak bapak...eh ada nyelip niy dua gadis ^^. Yang di bawah ini anak anak lagi main di bawah rumah. Permainannya seru namanya loncat jengkal. Jadi anak anak menyusun jengkalnya dimulai dari satu, dua dan seterusnya. Peloncatnya tidak boleh mengenai tangan yang terpasang, kalau kena mereka lagi yang menjadi pemasang jengkal...yang paling tinggi lompatanmya dialah pemenangnya.






Awwwww...kena deh!



Sebagian anak perempuan main di halaman...



Mau pulang dulu tante...bye byeeeeeee

19 Desember 2013

Brownie Pie




Brownie Pie adalah pie dengan perpaduan brownies sebagai fillingnya. Kulit pie yang renyah bertemu brownies yang lembab dan nyoklat harusnya sih enak ya...aku juga membayangkannya begitu. Setelah aku buat rasanya kata anak-anak sih enak, tapi aku lebih suka makan brownies apa adanya tanpa pie sebagai crustnya...atau makan pie sebagai pie buah atau cheese pie lebih enak. Pie cokelat juga enak, aku dah pernah bikin dulu. Mungkin juga perpaduannya kurang seru karena aku membuatnya dalam ukuran mini sehingga kelembaban browniesnya berkurang. Sewaktu masih panas browniesnya agak moist. Tapi ketika dingin cenderung kering. Mungkin kalau dibuat dalam ukuran besar akan terasa nikmat cokelatnya. Kalau yang aku buat ini rasanya setengah setengah...hehe. 

Resepnya bisa menggunakan resep pie atau brownies favorit. Aku menggunakan kulit pie buah yang biasa aku bikin dengan paduan brownies cappucino. Kalau ingin tau resepnya bisa di cek di label "pie" dan "brownies".







6 Desember 2013

Puding Cake Bermotif




Di kulkasku ada sisa kue cokelat kukus. Mungkin ada 2 minggu di freezer dan udah aku hancur hancurkan karena rencananya mau dibikin cake pop. Eh buka Sajian Sedap malah jadi pingin bikin puding. Tapi gimana cakenya udah terlanjur ancur. Dapat ide untuk taruh di cetakan puding setengah lingkaran. Aku padat padatkan aja, ternyata bisa juga walaupun nggak begitu rapi. Setelah itu aku bekukan dulu di kulkas supaya kalau dituangi agar agar, cakenya gak berhamburan. Nuang agar agarnya juga pelan saja, sesendok demi sesendok. 

Resepnya bisa lihat di Sajian Sedap ya. Cuman aku nggak ada lapisan puding cokelatnya. Setelah cake langsung lapisan agar agar putih. Harus sabar dituang selapis demi lapis dan ditambahkan motif cokelatnya. Menurutku sebaiknya ikutin resep asli supaya lebih cantik dan ada pembatas antara cake cokelat dan agar putih biar gak nyampur ketika dituang.

Untuk membentuk motif puding cokelat, aku gunakan tutup botol sirup. Caranya dikeruk memanjang. Hasilnya bisa keriting gitu. Cantik ya. Cuman lapisan agar putihnya kelihatan. Bagian yang paling pertama dituang warnanya masih putih. Belakang belakangnya jadi putih pudar...kenapa bisa gitu ya? mungkin karena agarnya mengandung susu dan ketika mendidih susunya pecah. Nah bagian yang kentalnya lari ke atas. Apa benar begitukah teman teman?? tau deeeeeh *garuk garuk kepala*

21 November 2013

Bolu Gulung Marmer Pandan Coklat





Resep bolgul ini aku lihat di blognya mbak Nien Ing "Umek di Dapur". Aslinya resep mbak Dida Rahmadiah tapi udah dimodifikasi dengan diberi motif oleh mbak Nien. Motif bolgulnya mbak Nien cantik, kelihatan lapisan hijau cokelatnya. Lha kok punyaku jadi amburadul gitu ya. Memang menurutku adonan yang aku bikin nggak bisa kental banget. Walaupun dah lama dikocok cuman bisa kental aja gak sampai berjejak. Memang sih cara buatnya agak beda dikit karena semua bahan kecuali margarin dikocok sekaligus sampai mengembang. Emulsifiernya aku pake cuma 1 sdt. Apa mungkin karena itu ya. Padahal kocoknya dah speed tinggi. Hasilnya ketika adonan dituang adonan bergerak cepat langsung meleber ke samping samping seakan akan mau nyampur. Nah ketika keluar dari oven beginilah bentuknya. Jadinya marmer bukan zebra. Aku masih belum puas. InsyaAllah lain kali dicoba lagi deh. Tapi rasanya enak banget. Wangi pandan. Isiannya aku beri selai strawberry.

Resep mbak Nien menggunakan susu cair. Karena aku ingin merasakan aroma pandan asli aku ganti susu cair dengan pasta pandan home-made. Kalau pake air pandan saja nggak akan berasa karena penggunaannya cuma 20ml. Kali ini tuk warna hijaunya ke dalam belenderan pandan aku tambahkan suji. Jadi dapat harumnya dapat pula warnanya. Untuk cokelatnya aku beri coklat pasta yang dibuat dari coklat bubuk diberi sedikit air hingga menjadi pasta.




Cara membuat pasta pandan/suji, blender 7 lembar pandan dan 30 lembar daun suji dengan 200 ml air. Simpan dalam wadah dan taruh di kulkas selama empat hari. nanti padatannya mengendap di bawah. Itu yang kita ambil tuk dijadikan pasta. Untuk pandan pasta bisa lihat di sini cara bikinnya.





13 November 2013

Chocolate Pistachio Biscotti



Gara gara lihat gambar biscotti teman teman berseliweran di FB, aku juga jadi penasaran bikin. Penasaran sama tekstur dan rasanya. Apa bedanya dengan kukis biasa. Yang aku tau aslinya biscotti ini adalah kukis Italia yang dipanggang 2 kali. Maksudnya adonan utuh yang dibentuk bulat panjang dipanggang terlebih dahulu kemudian nanti setelah dipotong potong dipanggang lagi sampai agak kering. Sengaja dibuat lebih keras dan tidak serenyah kukis biasa. Karena makannya dinikmati sambil menyeruput kopi or susu.

Nah resep yang berhasil menarik perhatianku adalah resepnya Martha Stewart yang sudah dimodifikasi oleh Jennifer "Use Real Butter". Suka warna kontras dari cokelat dan hijaunya pistachio. Kebetulan di rumah juga masih ada pistachio. Tapi aku kurangi separuh pistachio dari takaran aslinya. Ngikutin sarannya Jen, terlalu banyak kacang dan coklat chip membuat kukisnya susah dipotong dan beremah. 

Rasanya enak menurutku. Nggak terlalu manis dan buttery seperti kukis biasa. Malah kalau mau dibandingkan...seperti membandingkan cupcake dan muffin. Nah biscotti ini si muffinnya. Kalau testimoninya Iyut, "Enak bu, tapi rasanya tidak terlalu menarik." Haaahhhh ??? Iyut dah bisa komen kayak begitu?? Aku tau dia penggemar camilan gurih dan manis, sehingga menurutnya ada yang kurang pada kukis ini karena tidak manis dan tidak gurih. Walaupun begitu habis juga dimakan sama dia. Aku  juga suka. Sambil dicelup dalam teh manis *nggak sesuai gambarnya yang dinikmati bersama susu* hehe. Menurutku luarnya renyah tapi dalamnya cenderung empuk. Mungkin memang resep ini agak berbeda dengan resep biscotti lain ya...aku juga nggak tau.




Yang di bawah ini masih daam bentuk asli  sebelum dipotong potong.




22 Agustus 2013

My First Crepe Cake...



Sudah lama pingin membuat kue yang satu ini. Crepe cake, mille crepe, thousand layer crepe atau apapun namanya. Terdiri dari beberapa lapis crepe berselang seling dengan krim di tengahnya. Memang cantik dan pasti enak rasanya. Bisa juga dibuat banyak variasi rasanya. Tapi jenis kue macam ini butuh waktu dan ketelatenan. Proses pembuatannya cukup mengintimidasi...hehe jadi setelah beberapa tahun baru bisa mengumpulkan keberanian mencobanya. Selain itu sudah banyak juga pembaca yang request resep ini.






Resepnya diambil dari blog favoritku Kak Ita Masam Manis. Terima kasih ya akak sudah berbagi. Beliau merujuk pada resep Elaine's dan Cookpad. Hanya sedikit aku ubah dibagian fillingnya. Aku tambahkan sedikit cokelat dark leleh biar rasanya seperti makan es krim ^^. Aku juga tidak menggunakan base cake untuk lapisan bawahnya. Karena aku menggunakan teflon diameter 17cm, hasil crepenya kecil tapi banyak. Hasil jadinya 25 lembar crepe tipis. Sehingga ketika diaplikasikan krimnya terlihat tipis saja. Segitu saja kuenya udah tebel banget apalagi kalau krimnya juga tebal. Tapi krimnya juga ukurannya pas sekali untuk crepe segitu banyak, kalau ditebelin bakalan nggak cukup juga. Aku gunakan 1 sdm penuh krim untuk masing masing layer. Itu aku poles sampai ke bagian pinggiran crepe. Luarnya nggak bisa dihias lagi dengan krim sisanya karena emang nggak ada. Karena di sini tidak ada buah buahan cantik seperti berry berryan aku kasih hiasan ganache dan truffle saja. Cantik juga...hehe








Resepnya berikut ya...dengan sedikit modifikasiku.

Bahan :
- 140 gr tepung protein sedang
- 20 gr tepung maizena
- 80 gr gula pasir
- 500 ml susu segar / susu cair
- 30 gr butter, dilelehkan
- 4 butir kuning telur
- 1/4 sdt garam
- 1/2 sdt vanili bubuk


Cara membuat :
  1. Dalam wadah campur terigu, maizena dan garam. Aduk rata lalu ayak. Sisihkan.
  2. Masukkan separuh susu cair lalu aduk sampai licin dan tidak bergerindil.
  3. Dalam wadah lain campur kuning telur, gula, vanili dan sisa susu cair. Aduk rata.
  4. Tuang adonan telur ke dalam tepung, aduk hingga licin dan rata.
  5. Tambahkan butter leleh, aduk rata. Saring.
  6. Tutup dengan cling wrap lalu simpan di kulkas 30 menit atau semalaman.
  7. Siapkan teflon lalu bikin dadar tipis tipis masing masing menggunakan satu sendok sayur adonan. Buat sampai habis. Susun dadar bertumpuk tidak beraturan agar gampang melepas bagian pinggirnya.
Bahan Vanilla Krim Custard :
- 450 ml susu cair
- 2 sdm tepung terigu
- 1 1/2 sdm tepung maizena
- 85 gr gula pasir
- 4 butir kuning telur
- 1 sdt esen vanilla (saya pakai 1 vanila pod, keruk isinya)
- 1/4 sdt garam

- 2 sdm butter
- 550 ml krim kental (saya pakai whip cream Anchor)
- 200 gr dark chocolate, tim menjelang digunakan

Cara membuat :
  1. Campur susu cair, terigu, maizena, kuning telur. Aduk rata sampai licin, kalau perlu saring. Tambahkan gula, garam dan vanili.
  2. Masak dengan api sedang sambil diaduk. Begitu adonan vla mulai mengental dan mulai bergerindil aduk lebih cepat. Ketika akan mendidih aduk sangat cepat sampai meletup letup agar didapat vla yang licin. Masukkan butter, aduk sampai rata. Tuang dalam mangkuk dan tutup cling wrap sampai menyentuh permukaan vla agar tidak berembun dan vla berkulit. Simpan dalam kulkas sampai dingin.
  3. Kocok whip cream sampai kental. Campur dengan vla lalu kocok lagi asal rata. Tambahkan dark coklat leleh lalu kocok hingga rata. Simpan di kulkas.
Ganache Cokelat :
- 75 ml krim kental
- 150 gr dark chocolate

Penyelesaian :
  1. Taruh crepe di atas wadah yang datar. Beri 1 sendok makan penuh krim cokelat (kalau crepenya lebar bisa lebih dari 1 sdm) lalu ratakan. 
  2. Tumpuk lagi dengan kulit crepe dan krim. Begitu seterusnya berselang seling sampai adonan habis. 
  3. Kalau pada saat mengerjakannya, filling dan crepenya kelihatan meleleh/lembek, masukkan dulu dalam kulkas agar ketika ditumpuk tinggi crepenya tidak goyah. Setelah itu lanjutkan menyusun kembali.
  4. Ganache : panaskan krim kental jangan mendidih. Angkat, masukkan potongan dark coklat, aduk hingga licin. Tuang di atas crepe cake lalu hias sesuai selera.

17 Agustus 2013

Ultimate Chocolate Chocolate Chip Cookies




Dari namanya saja sudah kebayang nyoklatnya...ultimate chocolate chocolate chip cookies. Ultimate itu istilah yang digunakan untuk "ter". Dalam hal ini kukis coklat yang terenak. Coklatnya disebut dua kali karena memang kukis cokelat yang bertabur lagi coklat chips. Jadi sesuai bener dengan namanya. Kukis ini varian baru yang aku buat saat lebaran kemarin. Langsung banyak peminatnya. 

Resep aku lihat di "Very best Baking". Aku cuman bikin setengah resep hasil jadinya dua toples ukuran sedang. Lumayan banyak karena kukis ini mengembang ketika dipanggang akibat penggunaan baking sodanya. Dibentuk bulat kecil sebesar kelereng nanti meleber sendiri. Waktu panggangnyapun cuma sebentar...jadi bener bener efisien deh. Kalau ada waktu lain kali resepnya aku translatekan ke Indonesia ya...

Chocolate and Cheese Custard Muffin





Muffin ini adalah variasi dari muffin moist favoritku "Chocolate Custard Muffin". Semenjak mencoba resep ini sudah nggak pernah bikin resep lain lagi. I love the texture. Mirip cupcake. Nggak mirip muffin yang cenderung padat dan keras ketika dingin. Untuk kali ini cuman ditambah filling cheese saja. Tentunya lebih istimewa dong...muffin dan fillingnya sama sama lembut.

Review teman teman yang sudah mencoba muffin custard sangan memuaskan...ngga ada salahnya mencoba versi filling keju ini...

Baca selengkapnya »

Chocolate Babka & Cream Cheese Apricot Babka



Aku memang selalu tertarik dengan hal hal yang berbau roti. Segala jenis roti termasuk roti internasional menarik untuk dicoba. Bahkan beberapa diantaranya sangat menantang...baik dari bahan maupun tingkat kesulitan pembuatannya. Kali ini aku tertarik membuat babka. Setelah belajar di internet...aku baru tau kalau babka itu punya dua versi. Yang satu versi Christian dan satunya lagi versi Jewish. Untuk versi Christian, roti ini populer di negara Eropa Timur, berupa cake beragi seperti brioche dan aslinya tidak menggunakan filling. Cuma kadang diberi hiasan topping gula icing ataupun manisan buah buahan dan biasanya disajikan pada acara acara besar seperti natal, paskah dan tahun baru. Sedangkan versi Jewish atau Yahudinya berbentuk roti loaf panjang diisi cokelat atau buah dan diplintir serta menggunakan streusel untuk taburan atasnya. Yang kedua inilah yang sering aku lihat di internet dan aku tertarik untuk membuatnya.

Kebetulan di rumah ada aprikot kering pemberian saudara yang pulang umroh. Bingung mau diapakan karena rasanya agak asam. Jadinya aku tertarik membuat babka dengan dua versi. Cream cheese aprikot babka dan chocolate babka. Untuk chocolate babka aku gunakan resepku sendiri water roux bread. Isian cokelatnya campuran dari butter, coklat bubuk, gula halus dan mises serta sedikit cinnamon. Sedangkan aprikot aku ikuti resep aslinya dari Brown Eye Baker.




Untuk cream cheese apricot babka ini teksturnya beda dengan roti yang biasa aku bikin. Agak kasar serat seratnya. Malah mirip bluder menurutku. Kayaknya ini disebabkan penggunaan tepungnya yang full protein sedang. Kalau roti roti Indonesia kan biasanya pakai tepung protein tinggi. Hasilnya lebih empuk dan bertekstur halus apalagi kalau menggunakan kombinasi terigu protein tinggi dan sedang. Nah hasil lembut ini yang aku dapat pada chocolate babkaku. Enak sekali. Ya rasa cokelatnya, rotinya lembut di dalam dan renyah diluar, ditambah topping streuselnya yang juga crunchy...lengkap sudah kenikmatan roti ini. Mungkin karena aku bikinnya dalam loyang mini loaf jadinya lebih garing. Anak anak dan hubby prefer yang coklat. Walaupun yang apricot juga enak, ada wangi buah dan aroma cheesenya...tapi agak asam jadi kurang dilirik. Penampilannya juga nggak secantik aslinya karena ada kecelakaan pada saat membuatnya. Setelah mengoles aprikot kan dioles lagi dengan cream cheese...eeeeeh adonan cheesenya agak padat dan kurang lembut. Ketika dioles malah nyampur dengan aprikotnya jadi tekstur dan warna kuningnya nggak jelas...hehe





Kelihatan tekstur dalamnya dan toppingnya serta motif swirlnya....asli enaaakk...



30 Juni 2013

Pennylane Brownies




Segala macam brownies sudah pernah kubikin, tapi justru brownies killer milik mbak Riana belum dicoba. Aku mau mengaku, sebenarnya aku pernah bikin sudah lama, tapi nggak puas sama hasilnya. Rasanya sih enak tapi nggak ada thin crust di permukaannya. Setelah aku telaah baik baik...mungkin pengurangan gula dalam adonan berpengaruh ya sama penampakannya dan hasil akhirnya. Tolong kalau ada yang pernah bikin dikurangi takaran gulanya dan hasilnya masih tetap muncul thin crustnya share tip tipnya ya...penasaran juga!

Nah kali ini bikin lagi dan masih dengan resep yang dikurangi takaran gulanya supaya tidak overly sweet hasilnya sama juga. Eeeeegh...nggak ada lapisan tipis di atasnya. Tapi daripada kecewa, aku tutupi aja atasnya dengan ganache...hehe

Sebenarnya brownies seperti resepnya Mbak Riana ini, dulu zaman aku SD di tempatku juga populer. Di daerah kami berdiri perusahaan nickel Canada jadi banyak sekali ekspaktriat. Jadi ibu ibu di sini banyak dapat sharingan resep mereka. Yang paling populer waktu itu lasagna dan brownies. Nah browniesnya ini mirip punya mbak Riana. Aku ngga tau resep pastinya tapi yang jelas pakai minyak juga dan secara penampakan dan tekstur mirip sekali sama resep mbak Riana ini. Aku ingat karena waktu itu mamaku sering beli minyak jagung or kedelai tuk bikin kue ini. Tapi resep teman mama itu pakai ganache di atasnya. Tambah cantik kan. Kalau masih hangat toppingnya kelihatan kinclong tapi begitu dingin mulai mengeras dan nggak kinclong lagi.

Baca selengkapnya »

Roti Konde Cokelat Keju




Bosan dengan bentuk roti yang biasa kali ini aku bentuk konde aja. Kenapa kusebut konde? karena memang mirip kondenya ibu ibu yang berkebaya hehe. Cara bikinnya bisa lihat Home Baking. Di sana pake isian candied orange sedangkan aku isiannya mises dan atasnya ditabur keju. Cara bikinnya sama awalnya, tapi punyaku dililit menjadi simpul sedangkan aslinya digulung melingkar aja.

Resep seperti biasa pake andalan water roux, silahkan lihat di sini.

22 Juni 2013

Chocolate Wassants (water roux method)





Pertama kali lihat di blognya Dodol & Mochi aku sudah bulatkan hati pokoknya harus bikin juga. Waktu itu aku lagi belajar thangzong methodnya Pei-Lin tapi malah ketemu ini juga. Kelihatannya lumayan rumit dan menantang tapi sebanding dengan hasilnya yang cantik dan rasanya yang enak. Kalau lihat bentuknya mirip dengan croissant ya? tapi croissant kan danish pastry sedangkan ini asli roti, pembuatannya juga mirip. Pake sistem giling lipat, bedanya croissant menggunakan pastry margarin/butter sedangkan ini menggunakan adonan cokelat tuk lapisannya.
Baca selengkapnya »

15 Juni 2013

Brownies Tape




Cari varian yang lain tuk brownies kali ini pilihan jatuh ke brownies tape. Kenapa tape?? ya karena yang lainnya sudah dicobain semua. Mulai brownies pisang, cappucino, cheese marble, kukus, ketan hitam dan masih banyak lagi. Aku suka semua jenis kue yang ada tapenya. Tapi ragu kalau brownies cocok dipadankan dengan tape. Makanya daripada penasaran langsung aja dicoba.

Sewaktu diicip pas masih panas, aroma tapenya terasa. Bukan di hidung karena baunya seperti brownie yang biasa aja. Di lidah pun tak terlalu terasa tapi begitu masuk di kerongkongan terasa aroma khas tapenya. Walaupun tetap dominan cokelatnya ya. Ada sedikit rasa pahit diujung lidah. Lucunya...setelah dingin malah nggak terasa. Malah menurutku, orang nggak bakalan tau kalau dalam adonan brownie ini ada tapenya. Karena udah terbukti. Hubby aja langsung makan tanpa komen. Aku tanya apa ada rasa yang lain, katanya biasa aja...ya rasa brownie. Hehehehe...tuh kan. Yang aku suka tape menyumbang kelembaban pada brownie ini. Beda dengan brownie biasa yang agak dense, yang satu ini lembut banget. Berasa seperti makan tape. Tak perlu dikunyah disesap saja dah lumer. Aku suka...walaupun masih lebih suka brownies cappucino sih ^^




Resep aku lihat di Tabloid Saji edisi 256. Aslinya pake baking powder tapi aku skip karena memang brownies yang asli nggak pake baking powder kan. Ternyata ngembang juga kok. Berikut bahannya...

Baca selengkapnya »

30 Mei 2013

Kue Bungo Inten (Palembang)





Tugas IDFB challenge #10 sudah aku setor. Tapi masih tetap penasaran dengan kue lapis khas daerah lain. Terutama yang belum terlalu populer. Maksudnya yang kurang dikenal di luar daerahnya sendiri. Nah cari punya cari aku ketemu resep kue 'bungo inten' asal Palembang ini di Majalah Sedap edisi tahun 2005. Biasanya kalau dapat resep biar benar benar yakin keoriginalannya aku coba cari tau lagi lewat google. Nah nama kue bungo inten ini banyak bermunculan tapi tidak satupun ada gambarnya. Begitu pula dengan resepnya. Akhirnya dengan keyakinan bahwa in sha Allah resep ini otentik aku buatlah hari ini. Pagi pagi dah ke pasar cari telor bebek. Memang biasanya kue tradisional dahulu sering menggunakan telur bebek dalam adonan. Disukai karena menyumbang warna kuning alami serta berukuran besar. Walaupun menggunakan telur bebek jumlah telurnya sangat fantastis. Satu resep menggunakan 1 kg telur bebek. Supaya nggak kecewa kalau gagal aku bikin setengah resep pake loyang brownies.

Uniknya lagi kue ini sama sekali tidak menggunakan tepung. Jadi hasil akhirnya seperti custard. Telurnya yang membuat adonan ini bisa mengeras. Tapi proses pembuatannya betul betul butuh ketelatenan. Waktu pengukusan sangat vital karena apabila waktu kukusnya terlalu lama maka permukaan adonan langsung mengkerut atau bergelombang. Kalau sudah begitu akan berpengaruh dengan adonan berikutnya. Panas kukusannya juga tidak boleh terlalu tinggi. Menuang adonan berikutnya harus betul betul setelah adonan sebelumnya set/matang. Tandanya disentuh tangan sudah mengeras. Kalau disentuh sudah set permukaannya tapi masih goyang bawahnya artinya di bawahnya masih mentah. Kalau sudah begitu, pada saat menuang adonan berikutnya, adonan di bawahnya tidak akan matang dan setelah diangkat dari kukusan dan kue dipotong lapisan yang mentah akan meleleh turun. Begitulah yang terjadi hari ini....lho kok??? hahaha...iya kueku ada yang ngga matang tengahnya. Terpaksa aku potong potong kecil dan dikukus ulang. Tapi udah nggak cantik lagi lapisannya. Tapi nggak apa apa...namanya juga belajar. lain kali tentu sudah tau dimana selanya. Setujuuuuu...??

Baca selengkapnya »

27 Mei 2013

IDFB Challenge #10 : Kue Berlapis Nusantara - Lapis Surabaya Gulung







Kali ini aku setoran buat IDFB challenge #10 yang bulan ini bertema kue berlapis nusantara. Banyak sebenarnya resep yang bisa diangkat, secara Indonesia kaya akan beraneka ragam kue lapis. Hampir seluruh propinsi memiliki kue lapis tradisional. Lapis beras, lapis kanji, lapis jongkong, lapis singkong, lapis india, lapis maksuba, lapis legit....dan masih banyak lapis lapis lainnya. Aku awalnya bingung memilih antara dua. Bikin lapis surabaya atau lapis legit. Maunya bikin yang unik. Yang lain dari biasanya. Kalau bikin lapis legit maunya bikin lapis legit batik. Kalau lapis surabaya maunya yang digulung. Aneh ya...di saat orang cari resep yang mudah daku justru tertantang bikin yang ribet. Ya...kapan lagi kan, mumpung ada eventnya...hehe ^^

Akhirnya setelah bolak balik resep akhirnya pilihan jatuh ke lapis surabaya gulung. Kue ini tidak ada bedanya dengan lapis surabaya biasa hanya penyajiannya dengan cara digulung bukan ditumpuk. Kue ini mungkin tidak terlalu tradisional seperti jajan pasar lain yang menggunakan bahan bahan tepung beras, ketan, santan dan lain sebagainya tapi termasuk kue yang sudah lama populer di Indonesia. Apakah awalnya muncul di Surabaya...saya juga kurang paham. Mungkin juga iya, makanya dinamakan lapis surabaya. Sebenarnya bukan karena suka sekali aku bikin kue ini. Aku malah lebih suka lapis legit. Cuma aku tertarik sama bentuknya. Bikin penasaran. Kedua duanya kaya kalori...bahaya kalau kebanyakan makannya. Aku dan hubby sudah kena kolesterol tinggi jadi harus jaga makanan. Niatnya bikin aja dan separuhnya dishare ke teman. Separuh lagi buat bekal anak anak sekolah. Me and hubby satu dua potong aja yaaaaaa...







Bener-bener niy kue ya...rekor deh jumlah telurnya. Satu resep menggunakan total 46 butir telur. Mostly kuningnya sih. Kue ini menghasilkan 2 buah bolu gulung. Yang kalau dipotong bisa menghasilkan 30an buah kue. Tapi betul-betul bahan nggak bisa bohong. Teksturnya jadi lembut dan agak moist. Pokoknya ini jenis kue kesukaan orang tuaku.

Ternyata lumayan ribet juga bikinnya. Pokoknya dapurku hancur lebur dah penuh dengan cucian loyang dan antek anteknya. Bikin kuenya nggak susah...menyusun motifnya yang butuh ketelatenan. Dipotong satu persatu dengan acuan penggaris biar sama rata ukurannya. Setelah itu disusun selang seling dan diberi perekat susu kental manis. Dipadatkan, kemudian diisi bolu gulung moka dan digulung bersama.

Baca selengkapnya »