Halaman

2 April 2013

BUBUR PULUT


Bahan :
Beras ketan dicuci
Air
Daun pandan
Vanili
Gula merah
Santan
Garam
Cara membuat :
Masak  ketan dengan air hingga mekar.
Kemudian masukan daun pandan, vanili, gula merah, garam dan terakhir santan  aduk terus supaya santan tidak pecah.
Setelah matang angkat dan sajikan

30 Maret 2013

African Gateau





Kue ini adalah salah satu kue favorit keluarga yang mamaku dulu sering bikin. Zaman SD. Waktu itu tiramisu, cheese cake dan black forest belum terlalu populer di sini. Yang populer seperti kue lapis surabaya, lapis legit dan kue ini. Cakenya tidak terlalu manis karena vlanya sendiri udah manis. Tapi berhubung resepnya udah hilang aku modifikasi sendiri sesuai seleraku. Aku pake resep browkusnya Ny. Liem yang sudah kumodifikasi. Aku hilangkan emulsifiernya. Hasilnya tetap mengembang dan lembut. Setelah itu aku buatkan vla sendiri. Atasnya dikasih siraman ganache. Pas sekali...yuuummm!! andai kakakku Hasyim ada di sini. Dia sukaaaaaaaaa sekali kue ini. Asliiii suka...!!

Syaratnya bikin kue ini adalah usahakan kue diisikan filling secepatnya begitu vla baru diangkat dari kompor. Kalau dibiarkan lama vla akan berkulit dan ketika dituang dia tidak akan menempel pada kue. Nanti ketika saatnya kue dipotong, lapisan vlanya akan terlepas. Nggak cantik lagi penyajiannya. Jadi tuang dulu separuh vla di atas kue pertama. Kalau khawatir pengerjaannya lama segera tutup sisa vla dengan cling wrap. Tumpuk dengan kue kedua lalu tuang lagi sebagian vlanya dan terakhir tumpuk dengan kue terakhir. Siram ganache.

Karena bikinnya agak sorean, sewaktu selesai aku buru buru mengambil gambarnya. Mengejar sisa sisa matahari yang akan teggelam.
Baca selengkapnya »

KBB #33 : Bagels









Dapat surat cinta lageeeee. Alhamdulillah sampai saat ini aku belum pernah sekalipun melewatkan tantangan KBB. Aku merasa sangat rugi kalau nggak kerja tugas. Bukan apa apa. Tapi seringnya tugas yang diberikan memang belum pernah aku bikin sebelumnya. Jadi excited...harus bikin. Semangat dan motivasinya tinggi deh pokoknya. 

Tugas Klub Berani Baking kali ini adalah membuat Bagel. Walaupun kelihatannya simpel tapi sebenarnya pembuatannya memerlukan keterampilan dan ketelatenan. Waktu bikinnya sampai dua hari pake acara nginap di kulkas dulu adonannya.Untuk resep karena di sini nggak ada barley malt syrup jadinya aku ganti dengan madu. Tepungnya juga tepung protein tinggi semua.

Menurutku hal yang perlu diperhatikan adalah pembentukan dan fermentasi. Kalau untuk fermentasi harus memahami temperatur di daerah masing masing. Semakin panas semakin cepat naiknya. Dan ketika keluar dari kulkas adonan yang sudah mengembang agak susah ngambilnya. Agak mleyot mleyot. Lain kali kalau aku bikin lagi kayaknya nggak usah dimasukin kulkas. Mau lihat ada bedanya nggak.

Untuk proses pencelupan di air soda, aku langsung berhasil mengembang semua. Jadi pekerjaan selanjutnya lumayan cepat. Di susun di loyang lau dipanggang. Jadi deh...
Resep di bawah ini aku copy dari blog KBB ya. Panjaaaaaaang dan lebaaaaaarrr!!

Resep Dough
21g barley malt syrup, madu, atau rice syrup, atau 7g diastatic malt powder
3g ragi instant
10,5g garam
255g air hangat (sekitar 35C)
454g unbleached bread flour

Resep Rebusan Roti
181-272g air
28,5g barley malt syrup atau madu (optional)
14g baking soda
7g garam

Metode Membuat Dough
Aduk malt syrup, ragi, dan garam ke dalam air hangat. Masukkan tepung ke dalam mangkuk mixer dan tuang campuran malt syrup ke dalamnya. Jika menggunakan micer, gunakan pengaduk dough dan kocok menggunakan kecepatan rendah selama 3 menit. Jika pakai tangan, gunakan sendok kayu yang besar dan aduk hingga 3 menit, hingga tercampur rata. Adonannya musti terbentuk rada padat, membentuk bola kasar, dan semua tepung harus sudah tercampur rata dengan cairan, jika tidak maka tambahkan sedikit air. Biarkan adonan istirahat selama 5 menit.

Kocok lagi dengan kecepatan rendah selama 3 menit atau tuang ke atas meja kerja yang sudah ditaburi tepung lalu uleni dengan tangan selama 3 menit hingga adonan lembut dan sudah membentuk gluten. Adonannya akan elastis, jika dirasa dengan tangan akan berasa lembut. Jika adonan terlalu lembek maka perlu tambahkan sedikit tepung.

Letakkan adonan ke dalam mangkuk yang telah diolesi minyak tipis, tutup mangkuk dengan plastik dan biarkan adonan naik dalam suhu ruangan selama 1 jam.

Ketika anda siap untuk membentuk bagels, siapkan baking tray yang dilapisi parchment paper atau silicone mat, lembabkan dengan spray oil atau olesi dengan minyak, tipis-tipis saja. Bagi adonan 6-8 adonan kecil. (Umumnya berat bagels 113g sebelum dipanggang, tapi anda bisa bikin lebih kecil dari itu.) Bulat-bulatkan adonan (ngga usah terlalu padat) dengan cara menggilingnya di atas meja kerja dengan satu telapak tangan yang ditangkupkan. Jika anda bikin lebih dari 6 bagels, anda harus menyediakan 2 baking tray. Jangan gunakan tepung di atas meja kerja anda. Jika adonan tidak bisa dipulung membentuk bola, lap saja meja kerja anda dengan serbet lembab dan coba lagi.

Ada dua metode membentuk bola-bola adonan menjadi bagels. Metode pertama adalah melobangi bagian tengan bola adonan untuk menyerupai bentuk donat. Pegang adonan dengan kedua ibu jari di dalam lobang, putar adonan dengan tangan anda, sedikit demi sedikit memelarkan adonan hingga lobang membesar sekitar 2 inci (1 inci = 2,54cm). Metode kedua adalah dengan menggunakan kedua tangan membentuk adonan dari bola-bola menjadi berbentuk sosis dengan ukuran panjang sekitar 8 inci di atas meja kerja yang bersih dan kering. Tipiskan sedikit kedua ujung sosis dan lembabkan kedua ujungnya. Letakkan satu ujung adonan ke atas telapak tangan anda dan gulungkan mengelilingi tangan anda hingga membetuk lingkaran, mulai dari celah antara ibu jari dan jari telunjung dan mengelilingi telapak tangan. Ujung-ujungnya akan bertumpuk sekitar 2 inci. Satukan sambil dipencet ujung-ujung yang bertemu dan bertumpuk ini dan tekan ujung-ujung ini ke atas meja kerja, gulung-gulungkan ke depan dan belakang beberapa kalu supaya lengket. Lepaskan adonan dari tangan anda, sama ratakan ketebalannya jika perlu dan lubang di tengah dengan diameter berukuran sekitar 2 inci.

Letakkan bagel yang sudah dibentuk ini di atas baking tray yang sudah disiapkan, lembabkan dengan spray oil atau olesi sedikit minyak. Tutup seluruh baking tray dengan plastik dan simpan di kulkas semalaman atau hingga 2 hari. (Anda juga bisa proofing seluruh adonan di dalam mangku yang telah diolesi minyak selama semalam dan kemudia bentuk bagelsnya pada hari akan dipanggang, 60-90 menit sebelum direbus dan kemudian dipanggang, atau sesegeranya setelah lulus float test).

Baking Day!
Keluarkan bagels dai dalam kulas 60-90 menit sebelum anda memanggangnya, dan jika anda merencanakan untuk menaburkan bawang kering (dried onion) atau bawang putih di atasnya, rehydrate dulu bahan-bahannya. Segera check apakah bagels sudah siap untuk dipanggang menggunakan 'float test'. Yaitu: letakkan sebuah bagels ke dalam sebuah mangkuk kecil berisi air dingin. Jika bagels tenggelam, maka keringkan dan kembalikan ke atas baking tray, lalu tunggu hingga 15-20 menit, lalu test lagi. Jika bagels mengapung, maka sudah siap direbug. Jika bagels lulus test tapi anda belum siap baking, masukkan kembali ke kulkas sehingga tidak overproof. Sekitar 30 menit sebelum baking, panaskan oven dengan suhu 260C dan kumpulkan garnish anda (biji-bijian, bawang bombay, bawang putih, dan sebagainya).

Isi panci dengan 181-272g air, pastikan tinggi air sekurang-kurangnya memilki kedalaman 4 inci. Tutup, biarkan mendidih, lalu kecilkan api dan biarkan simmering (air tetap mendidih tapi tidak membentuk balon-balon besar). Masukkan malt syrup, baking soda, dan garam.

Masukkan bagel satu persatu ke dalam air rebusan hanya sampai panci bisa memuatnya, jangan over-crowded ya. Bagels akan segera mengapung dalam kurun waktu 15 detik. Setelah 1 menit, gunakan sendok berpori lalu balikkan bagel satu per satu. Teruskan merebus hingga 30-60 detik, lalu gunakan sendok berpori keluarkan dari air rebusan dan letakkan ke atas baking tray. (Penting kiranya bahwa parchment paper diolesi sedikit minyak, jika tidak nanti bagels akan lengket ke kertas). Taburi taburan sesuai selera anda sesegeranya (kecuali cinnamon sugar—lihat keterangan di bawah).

Masukkan bagels ke dalam oven, panggang dengan suhu yang dikecilkan hingga 232C, selama 8 menit, lalu putar loyang dan check bagian bawah bagels. Jika terlalu gelap, letakkan loyang lain di bawah loyang yang berisi bagels. Panggang lagi selama 8-12 menit, hingga bagels berwarna kecoklatan. Dinginkan ke atas rak sekitar 30 menit sebelum diiris atau disajikan.








26 Maret 2013

Banana Muffin Loaf



Seperti biasa aku selalu sedia pisang di rumah. Biasanya sih karena memang aku beli sendiri. Tapi kali ini pisangnya sisa banyak keburu super matang karena si mbak tukang sayurnya pas aku belanja sayur kemarin dibonusin pisang susu sesisir. Nah, pisang susu ini cuma aku yang doyan. Beda dengan pisang emas, pisang raja dan pisang ambon...teksturnya agak seperti gabus. Kalau belum matang sekali sepet rasanya. Tapi kalau sudah matang sekali bisa lebih manis dibanding pisang lainnya. Karena aku maunya cepat diberdayakan...aku bikin muffin saja. Dan supaya lebih cepat lagi aku nggak tuang di loyang muffin tapi ke loyang loaf mini. Jadinya 2 setengah loyang.
Hahhhhh leganyaaaaa...

Resep bisa dilihat di sini. Aslinya resep Bu Sisca Suwitomo yang udah aku modifikasi. Tentu saja waktu panggangnya jadi bertambah karena ukurannya lebih besar. Yang penting permukaannya dah kecoklatan dan ketika ditusuk lidinya keluar dah kering.



Baca selengkapnya »

Jangan Kates (Sayur Pepaya Muda)



Kalau di Sulawesi jarang olahan sayur pepaya muda ini. Pertama kali makan di rumah mertua di Malang. Langsung suka. Iya enaklah...wong tinggal makan hihihi. Rasanya dan tekstur mirip labu siam. Tapi sayur pepaya ini kalau masih baru dimasak masih ada sensasi krenyesnya ketika dikunyah. Tapi kalau udah diinapkan semalaman berubah jadi lembut. tapi justru itu yang enak. Semakin lama, semakin sering dipanasi semakin merasuk juga bumbunya. Tapi kalau dipikir pikir dari segi kesehatan ya udah hilang sih vitaminnya. Mungkin cuman dapat serat dan rasa yang enak. Hihi...makanan Indonesia banyak lho yang diolah dengan cara begini. Segala macam sayur godog, sayur nangka, lodeh dst dst. Semakin bermalam semakin mlekok rasanya...jelas yang paling sehat ya sayuran mentah atau hanya dipanaskan sebentar. Tapi ya udah gitu ceritanya...kalau sayur santan enakan yang udah bermalam ^^

Baca selengkapnya »

Ikan Kuah Asam (Menado)




Pingin makan yang segar segar. Karena suami sukanya gorengan jadi seringnya ikan aku goreng saja. Sesekali dibalado ataupun kuah kuning. Nah kali ini aku bikin kuah asam Menado. Dinamakan kuah asam karena memang kuahnya berasa asam segar dari tambahan jeruk nipisnya. Kuahnya cenderung encer dan bening tapi kaya rasa karena banyak menggunakan rempah daun seperti sereh, daun jeruk, dan kemangi. Rasa asam didapatkan dari tomat dan jeruk nipis. Karena di halaman banyak belimbing aku tambahkan sedikit dalam masakan ini. Semoga tidak merubah originalitasnya. Oh iya tuk bumbu bumbu mayoritas aku ambil di halaman rumah. Sereh, daun bawang, daun jeruk purut, belimbing, jeruk nipis tumbuh di halaman. Biasanya juga orang menambahkan daun kunyit. Berhubung nggak ada yaaa gunakan yang ada aja dah.


Untuk ikannya, aku menggunakan ikan kakap. Baunya tidak amis dan dagingnya lembut. Hubby suka, anak anakpun doyan. Aku suka makannya sambil dipletesin cabe rawitnya...nikmaaaaattt!! sampe keringatan hahahaaaa

Baca selengkapnya »

Oseng Genjer


Ini juga adalah salah satu sayur yang baru kali ini aku coba. Tanya sama penjual sayur katanya enaknya dioseng atau ditumis seperti kangkung.Siiiplah kalo gitu. Gampaaang...!

Bumbunya cabe merah, cabe rawit (ini yang bikin mantap wanginya) bawang merah, bawang putih dan tomat serta sedikit terasi. Sedikit garam dan gula dan jadilah oseng genjerku. Sewaktu baru matang tambahkan teri goreng kering. Manteeeep. Menurutku rasanya perpaduan antara kangkung dan sawi. Ada hint pahitnya. Teksturnya lembut  agak mirip sayur pakis. Nggak renyah seperti batang kangkung tapi tetap enaklah sebagai variasi sayur.