Halaman

4 Desember 2013

IDFB Special Challenge : Show Your Kitchen


Ketemu lagi dengan challenge bulanan IDFB. Untuk tantangan kali ini, IDFB bekerja sama dengan MR. Muscle dan Sajian Sedap mengadakan challenge dengan tema "show your kitchen". Kita tidak diminta menyetorkan masakan seperti biasa. Kita diajak untuk memperlihatkan dapur di mana kita berkreasi. Kita tau kan, semua masakan dan kue kue dihasilkan di dapur kita. Tentu saja di balik makanan makanan yang lezat itu ada dapur yang kotor. Iya...bergelut di dapur, selain menghasilkan cucian piring yang banyak juga menyebabkan dapur kotor. Apalagi komporku warnanya putih. Kalau ada kotoran terlihat dengan jelasnya.Terlebih lagi kalau bersihinnya ditunda tunda sampai nodanya berkerak.

Tapi sekarang tidak perlu khawatir lagi. Karena sudah ada Mr. muscle pembersih dapur. Bisa membersihkan keramik dapur, kompor, bak cuci piring, meja makan, lemari dapur, bahkan lantai dapur. Sejujurnya sebelum tantangan ini aku belum pernah pake Mr. Muscle. Biasanya pakai sabun cuci saja. Ternyata setelah menggunakan Mr. Muscle lemon power semua jadi lebih efisien. Dapur bersih, bebas minyak tanpa perlu basah-basah. Cukup diseka dengan lap atau spon. Hasilnya dapur bersih dan wangi. Bakalan jadi pembersih andalan nih.

Nah untuk komporku, cara membersihkan sangat mudah. Cukup semprot kerak kerak yang menempel, biarkan beberapa saat lalu lap hingga kering. Gampang kaaaaaannn....

Di bawah ini penampakan kompor setelah baking muffin cokelat dan masak gulai ikan. Kotor yaaa...




Semprot-semprot Mr. Muscle....







Langsung kinclong kan....dapurku kembali bersih sehingga tambah semangat deh masak dan baking bakingnya...terima kasih Mr. Muscle!









2 Desember 2013

Karipap Pusing VS Jalang Kotek...





Sudah lama kepincut sama karipap pusing yang populer di Malaysia ini. Apalagi liat punyanya mbak Vivi yang cakep banget layer kulitnya tambah pengen buat. Masalahnya di tempatku ini nggak ada mentega putih yang bagus. Aku pernah beli setelah digunakan after tastenya di mulut nggak enak banget. Rasanya ngendal di lidah dan langit langit. Memang dijualnya kemasan plastik. Kata penjualnya dia kemas sendiri. Nggak tau merknya apa. Nah itupun sisa banyak dan terbuang aja karena lama nggak terpake dan kadaluarsa. Mentega putih kan jarang digunakaan dalam pembuatan cake. Paling paling dulu aku bikin untuk bakpia atau bakpau supaya putih tapi sekarang dah dapat resep yang bagus dan nggak pake itu lagi. 

Akhirnya aku memutuskan untuk nyontek resepnya Mbak Widya Wijanarti dari majalah Martha Stewart Indonesia. Di situ juga lengkap disertakan step by stepnya. Penampakan di kulitnya agak berbeda dengan punya mbak Vivi. Mungkin karena penggunaan lemak yang berbeda. Mbak Vivi pake mentega putih sedangkan Mbak Widya menggunakan margarin. Kalau di rasa mungkin enak margarin ya, tapi di warna dan tekstur kulitnya agak beda. Kelihatan yang mentega putih lebih kering hasil kulitnya. Layernya jadi kelihatan jelas juga.

Setelah aku buat, hasilnya memang mirip punya mbak Widya. Jelas cantikan punyak mbak Widya ya...dah masternya gitu loooh...hehe. Kulitnya renyah tapi kurang keluar tekstur/motifnya walapun hasilnya berlapis lapis juga. Dan entah aku melakukan kesalahan di step yang mana...punyaku banyak yang pecah sewaktu digoreng. Daripada terbuang-buang karena nggak bisa dimakan (berminyak sangat) akhirnya inisiatif aku dipanggang aja. Ternyata enak juga. Malah si Hanif suka yang di panggang. Cuma di kulitnya agak keras hasilnya. Isiannya aku bikin dua macam. Satu ayam kari dan satu lagi daging soalnya hubby nggak makan ayam. Resep ayam kari ikut mbak Widya tapi tunanya aku ganti ayam suwir. Berikut resep aslinya dari Majalah Martha Stewart Indonesia :


Baca selengkapnya »

1 Desember 2013


Ingredients:
1 Kg Bandeng (kira2 2 ekor), masing2 potong jadi 4

6 sdm kecap manis
2 sdm gula jawa
1/2 sdm garam
15 btr cabe rawit
3 lbr daun salam
2 potong lengkuas
2 lbr sereh
1250 cc air
3 buah tomat merah di potong2

Bumbu Bakar:
10 bawang merah
6 bawang putih
6 cabe merah
2 ruas kunyit
2 ruas jahe
4 mata asam jawa

Directions:
Cara:
Bumbu bakar: tusuki bumbu di tusuk sate, termasuk asam jawa yang sudah dikepal padat.
Bakar hingga matang.
Didihkan air, masukkan bumbu bakar yang telah di lepas dari tusuk sate
Masukkan cabe rawit, kecap, garam, gula, salam, lengkuas dan sereh.
Setelah mendidih, masukkan bandeng.
Pindahkan ke slowcooker, masak dengan mode low selama 5-6 jam.
(jika menggunakan presscooker, setelah katup mendesis, kecilkan api, masak selama 60 menit)

26 November 2013

Kerupuk Jintan...







Pemandangan yang indah disaksikan tiap hari bukan...?? Alhamdulillah mendapat view yang cantik ini. Rumah kami terletak di dataran yang tinggi dan di depannya terbentang tiang listrik yang panjang. Nah tiang ini ternyata menjadi persinggahan burung burung cantik yang tinggal di sekitar sini. Tiap hari ada saja burung yang singgah. Unik dan cantik cantik bentuknya. Selain itu kicauannya lucu dan beragam. Ramai sekali. Sayang kameraku bukan kamera zoom ya jadi harus dicrop maksimal biar kelihatan figurenya yang cantik itu...

Yap cukup dulu gambar gambar burung cantiknya, sekarang beralih ke resep yang aku share hari ini. Kerupuk jintan. Kenapa dinamakan kerupuk padahal bentuknya sama sekali nggak tipis kayak kerupuk pada umumnya? Nah jajanan yang satu ini adalah camilan khas dari daerah Sulawesi Selatan. Kalau mamaku yang orang Makassar menyebutnya kerupuk jintan sedangkan di beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan malah ada yang menyebutnya roti jintan. Nah lho.... 
Memang teksturnya tergantung cara pengolahan masing masing orang. Kalau digoreng lebih lama maka akan tercipta snack yang renyah tapi kalau digoreng sebentar saja asal kuning maka teksturnya berubah jadi renyah di luarnya tapi empuk di dalamnya. Disebut kerupuk karena renyah seperti kerupuk dan disebut roti karena empuk empuk asyik...hehe. Tapi hati hati salah mengolah bisa berakibat gigi patah lho. Iya tak jarang aku membeli kerupuk jintan yang ketika digigit kerasnya bukan main. Kayaknya ada yang salah dalam pengolahannya. Kata mama adonan nggak boleh diulen seperti roti. Cukup agar menyatu saja. Gorengnya pun dengan api sedang. Kalau menggunakan api kecil maka menggorengnya akan butuh waktu yang lama menghasilkan kerupuk yang sangat keras ketika dikunyah.

Bahannya biasa saja, cuma campuran tepung, margarin, telur, vanili dan potasa...begitu ibu ibu asli sini menyebut baking soda atau soda kue. Yang unik adalah penambahan jintan hitam di dalamnya. Jintan hitam atau habbatussauda ini rasanya dan aromanya khas. Sama sekali beda dengan jintan bumbu dapur yang biasa dipakai sebagai pelengkap bumbu kari. Penampakannyapun mirip wijen tetapi lebih tebal. Kalau dikunyah sedikit ada sensasi wangi dan pahit bercampur jadi satu. Tapi ketika dicampurkan ke dalam adonan...luar biasa, wanginya naik dan rasanyapun enak. Di pasar tradisional di sini ada yang menjualnya, tidak tau kalau di tempat lain ya. Biasanya sih yang umum dijual untuk suplemen kesehatan adalah minyaknya. Khasiat kesehatannya banyak sekali. Rasulullah Muhammad SAW sendiri berkata, habbatussauda adalah obat segala macam penyakit kecuali kematian. Tapi dalam pengolahannya ke camilan ini gak tau kalau masih ada kandungan gizinya ya, masalahnya ini snack goreng ya teman teman. Gizinya berbanding lurus dengan efek buruknya...hehe. 

Berikut aku share resep mamaku ya. Menggunakan ukuran gelas atau cangkir/cup. Satu resep ini menghasilkan sekitar 2 kg kerupuk jintan. Jadi aku bikin separuhnya saja dari resep di bawah ini. Nggak sanggup ngebentuknya sendirian. Lama euy...

Baca selengkapnya »

24 November 2013

Cake Lapis Pandan Ketan Hitam


Masih ada sisa home-made pasta pandan sujiku kemarin sisa bikin bolu gulung. Rencananya akan kuhabiskan untuk bikin cake kukus ini. Aku tertarik dengan kombinasi rasa pandan dan ketan hitam. Apakah memang keduanya cocok disandingkan bersama??

Resep aku lihat di Tabloid Bintang. Sama persis cuma aku skip penggunaan emulsifier. Pingin lihat teksturnya di kue ini. Sewaktu mengocok telur dan gula bisa sampai kental berjejak (aku pake mixer Bosch) tapi setelah minyak dan santan turun adonan mulai agak encer. Cepat cepat aku masukkan kukusan yang mengepul ngepul asapnya. Begitu juga adonan pandannya. Ketika masuk cairan santan dan pandannya adonan jadi encer dan banyak gelembung gelembung udaranya. Mungkin karena santannya bukan santan kemasan yang super duper kental. Tapi ternyata hasilnya lumayan. Tetap ngembang walaupun nggak banyak tapi nggak bantat sama sekali. Ketika masih panas lapisan ketan hitam agak kenyal dan tidak seringan adonan pandan. Lapisan pandan ringan dan berongga. Permukaan adonan pandannya kayak permukaan bulan yang keropeng...hehe. Seperti kalau aku bikin brownies kukus Ny. Liem juga. Biasanya kalau kue panggang tidak seperti itu hasilnya. Beda dengan kue kukus. Dugaanku mungkin karena beda prosesnya. Kalau pemanggangan oven, loyang panas secara perlahan dari dasar menuju permukaan jadi rongga halusnya hanya muncul di dalam kue saja. Sedang kalau dikukus, panas kukusan maksimal...asap kukusan memenuhi dandang sehingga proses pematangannya permukaan kue terjadi cepat. Gelembung udara yang terdapat di permukaan kue segera pecah begitu terkena panas. Kalau tekstur dalam cake nggak kelihatan rongganya tapi di permukaannya sangat terlihat. Ya kayak permukaan bulan tadi itu ^^

Soal rasanya menurutku keduanya punya rasa enak yang khas. Yang ketan khas rasa ketan hitam, agak berpasir dan legit sedang pandan khas wangi pandan asli. Warnanyapun cantik. Tapi ketika digigit bersamaan yang dominan rasa ketan hitamnya. Kalah rasa pandannya. Kayaknya enak banget kalau cake pandannya dibikin sendiri tanpa ketan hitam lalu diberi buttercream atasnya dan taburan keju. Yuuuuummm...nanti kapan kapan pingin bikin lagi deh.






Baca selengkapnya »

23 November 2013

Puding Santan Gula Merah




Udah lama nggak bikin puding ini. Walaupun jadul tapi tetap disuka. Simpel tapi kaya rasa. Bahannya mudah dicari dan proses bikinnya mudah. Untuk membuat puding ini kita biasanya menggunakan gula merah. Gula merah di tempatku sini ada dua macam. Ada gula kelapa  dan ada gula aren. Nah biasanya gula aren rasanya manis dan warnanya tidak terlalu coklat. Sedang gula kelapa warnanya lebih gelap dan rasanya manis ada jejak asin/gurihnya. Ngga tau apakah pada proses pembuatannya ditambahkan garam atau memang rasanya seperti itu. Nah karena kali ini aku menggunakan gula kelapa, aku tidak menggunakan tambahan garam lagi karena rasanya yang sudah pas.

Baca selengkapnya »

21 November 2013

Bolu Gulung Marmer Pandan Coklat





Resep bolgul ini aku lihat di blognya mbak Nien Ing "Umek di Dapur". Aslinya resep mbak Dida Rahmadiah tapi udah dimodifikasi dengan diberi motif oleh mbak Nien. Motif bolgulnya mbak Nien cantik, kelihatan lapisan hijau cokelatnya. Lha kok punyaku jadi amburadul gitu ya. Memang menurutku adonan yang aku bikin nggak bisa kental banget. Walaupun dah lama dikocok cuman bisa kental aja gak sampai berjejak. Memang sih cara buatnya agak beda dikit karena semua bahan kecuali margarin dikocok sekaligus sampai mengembang. Emulsifiernya aku pake cuma 1 sdt. Apa mungkin karena itu ya. Padahal kocoknya dah speed tinggi. Hasilnya ketika adonan dituang adonan bergerak cepat langsung meleber ke samping samping seakan akan mau nyampur. Nah ketika keluar dari oven beginilah bentuknya. Jadinya marmer bukan zebra. Aku masih belum puas. InsyaAllah lain kali dicoba lagi deh. Tapi rasanya enak banget. Wangi pandan. Isiannya aku beri selai strawberry.

Resep mbak Nien menggunakan susu cair. Karena aku ingin merasakan aroma pandan asli aku ganti susu cair dengan pasta pandan home-made. Kalau pake air pandan saja nggak akan berasa karena penggunaannya cuma 20ml. Kali ini tuk warna hijaunya ke dalam belenderan pandan aku tambahkan suji. Jadi dapat harumnya dapat pula warnanya. Untuk cokelatnya aku beri coklat pasta yang dibuat dari coklat bubuk diberi sedikit air hingga menjadi pasta.




Cara membuat pasta pandan/suji, blender 7 lembar pandan dan 30 lembar daun suji dengan 200 ml air. Simpan dalam wadah dan taruh di kulkas selama empat hari. nanti padatannya mengendap di bawah. Itu yang kita ambil tuk dijadikan pasta. Untuk pandan pasta bisa lihat di sini cara bikinnya.