Halaman

22 September 2012

Remis Saus Padang




Beberapa waktu yang lalu sempat ngiler pas Mbak pepy Indo Eats posting resep kerang di IDFB. Pengen bikin juga, tapi di sini nggak ada kerang macam itu. Adanya remis/lokan yang udah nggak ada cangkangnya.
Eh...tau tau kok kemarin pas ke pasar tiba tiba ada penjual yang menawarkan lokan ini. Kalo di sini namanya 'joi...masih ada cangkangnya lagi segera aku beli .


Baca selengkapnya »

19 September 2012

Gulai Lempah Kuning




Hmmmm...bingung, kemaren beli nanas Bogor ukurannya jumbo. Dimakan begitu aja nggak habis padahal enak dan manis. Jadi sisanya aku taruh di kulkas. Hari ini browsing cari resep masakan yang menggunakan nanas ketemu "Kuliner Bangkaqu" resep gulai lempah kuning asal daerah Bangka tentunya. Di internet banyak sekali variasi resepnya, karena aku bukan orang Bangka jadi nggak tau mana yang otentik. Ada yang pake santan ada juga yang nggak. Ada yang pakai terasi ada juga yang nggak. Ada yang bumbunya ditumis dulu ada juga yang langsung dicampur bersama kuah dan ikan. Jadi kalau seumpama resep yang aku ambil ini bukan yang otentik...mohon maaf ya teman teman. Memang kadang kadang mencoba resep yang bukan khas daerah sendiri itu beresiko. Maksudnya bisa saja aku salah resep, atau resepnya udah hasil modifikasi sana sini jadi nggak asli lagi. Tapi...selama rasanya enak, menurutku nggak ada salahnya dicoba kan.

Baca selengkapnya »

Banana Bread in a Cup...


Sudah hampir seminggu ini sinyal di rumah lemot sekali. Untuk buka blog saja susah. Harus reload terus dan kalopun bisa terbuka sebentar saja...kemudian hilang lagi. Jadinya aku nggak bisa balas komen yang masuk. Loadingnya lamaaaaa sekali. Jadi buat teman teman yang sudah kasih komen dan menunggu balasan dari pertanyaannya, mohon maaf belum bisa hari ini ya. Semoga bisa dimaklumi. InsyaAllah secepatnya kalau sinyalnya sudah bagus lagi.


Baca selengkapnya »

18 September 2012

Tako Nangka


Kue tako adalah salah satu kue tradisional Malaysia. Aslinya tidak menggunakan nangka, ini adalah kreatifitas Kak Ita "Masam Manis" yang justru bikin aku tertarik juga tuk membuatnya.Terima kasih tuk Kak Ita yang sudah berbagi resep ini.  Izin share ya kak... . 

Kalau aslinya  Kak Ita menggunakan hunkwe kuning tuk lapisan bawah, aku menggunakan hunkwe putih dengan tambahan air pandan jadi warnanya hijau. Di sini belum pernah lihat hunkwe kuning sih, lagian kalo dikasih pandan tentunya lebih wangi kan. Rasanya mirip mirip dengan kue cantik manis. Hmmm...aku jadi dapat inspirasi, gimana kalo kue cantik manis ditaruh dalam wadak kotak pandan ini ya. Pasti lebih cantik. InsyaAllah lain kali dicoba...


Baca selengkapnya »

17 September 2012

Pisang Co'e Ternate




Apang Co'e sudah pernah bikin...temo co'e juga sudah. Sekarang gilirang pisang co'e. Aku suka hampir semua kue tradisional. Apalagi yang berbahan dasar pisang. Nah ternyata pisang co'e ini rasanya mirip nagasari. Tapi lebih gurih dan manis karena menggunakan pisang raja dan penyebaran pisangnya yang merata pada adonan. Penggunaan kenari membuat teksturnya renyah di setiap gigitan. Padahal kenari termasuk jenis kacang yang lunak jika dibandingkan kacang tanah, mede atau almond. Tapi walaupun ditambahkan ke dalam adonan yang basah, teksturnya tetap renyah tidak seperti kacang lain yang melempem kalau kena cairan. Enak dan unik rasanya. 


Baca selengkapnya »

Pangsit Mie Ungu dari Buah Bit...



Kemaren...pas cuti ke Malang aku ketemu mie aneka rasa. Salah satunya adalah mie buah bit ini. Karena dari buah bit tentu saja warnanya ungu ya. Tapi karena udah bercampur dengan tepung ungunya gak terlalu gelap jadi agak agak nge'pink' aja. Tentu saja kubeli dengan niatan mau diolah jadi mie pangsit kalau tiba di rumah.

Hari ini aku udah niat bikin pangsit ungu. Dulu, aku sudah pernah bikin pangsit mie hijau dari air sawi. Waktu itu ayamnya aku cincang dulu dan ditumis bersama jamur kancing. Nah kali ini aku mau bikin versinya Pak De'...bapak penjual yang sudah terkenal mie pangsitnya seantero Sorowako...halaaaahhh bahasanya. Nggak tau namanya siapa, orang semua manggilnya Pak De'. Nah tumisan ayamya Pak De' ini teksturnya kayak ayam suwir kasar. Ada bagian bagian yang besar potongannya ada pula yang kecil. Malahan kadang kadang ada sedikit serpihan tulangnya keikut. Aku berasumsi, mungkin beliau menggunakan potongan potongan ayam yang kemudian dimasak lama dalam kuah kecap sampai ayamnya hancur tapi tetap ada teksturnya. Khas serat daging ayam.

Berikut ...my version of Mie Pangsit Pak De'... tapi supaya lebih lengkap aku tambahkan pentol bakso ke dalam kuah kaldunya. 

Bahan :
- mie kering ungu (rebus matang beri sedikit minyak lalu saring) 
- tumisan ayam kecap
- kaldu pangsit
- kerupuk pangsit (pembuatan bisa lihat di sini)
- sawi rebus 
- sambal rebus

Tumisan Ayam Kecap :
- 1/2 ekor ayam, potong ukuran sedang
- 4 butir bawang merah, cincang
- 3 siung bawang putih, cincang
- 2 ruas jahe, geprek 
- 1/4 butir pala
- 2 lembar daun bawang
- 5 sdm kecap manis
- 1 sdm saos tiram
- 1 sdt minyak wijen
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- minyak secukupnya untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bawang merah, bawang putih, pala dan jahe sampai wangi. Masukkan ayam. Aduk aduk sampai berubah warna.
  2. Tambahkan kecap, saos tiram, garam, dan merica. Berikutnya air secukupnya. Masak dengan api kecil sampai daging ayam benar benar lunak dan agak hancur. Kalau kuahnya habis sedangkan ayamnya belum hancur tambahkan lagi air dan masak sampai lunak. Terakhir tambahkan air dan daun bawang lalu masak sampai kuah menyusut dan mengental tapi tidak kering. Masukkan minyak wijen, aduk rata lalu matikan api.

Kaldu pangsit :
- air kaldu ayam (dari rebusan tulang ayam)
- bawang putih
- merica
- garam
- bakso
- kucai
- bawang goreng
- minyak wijen

Cara membuat :
  1. Haluskan bawang putih, garam dan merica. Tumis dengan sedikit minyak lalu setelah wangi tuang ke dalam rebusan kaldu dari tulang ayam.
  2. Masukkan pentol bakso. Terakhir masukkan minyak wijen sedikit saja. Siap disajikan panas.
Penyajian :
Tata mie ungu dalam mangkok. Beri sayur sawi yang sudah diseduh dalam kuah pangsit. Tambahkan tumisan ayam dan daun bawang. Sajikan dengan kuah kaldu, sambal cabe serta jeruk nipis.




Oseng Tahu Jamur


Resep ini sebenarnya simpel sekali. Biasanya kalo aku bikin gak pake jamur. Nah pas kemarin lihat Mbak Carolina Maya posting di IDFB...kok kayaknya enak bener pake jamur kuping *sambil membayangkan tekstur jamur kuping yang kenyil kenyil ^^.

Tapi berhubung di rumah adanya cuman jamur shitake kering...aku pake itu saja. Hasilnya tetep enak. Lebih enak menurutku. Hubby doyan sekali...makannya sampai tambah tambah. Senangnyaaa...

Bahan :
- 4 buah tahu putih, potong kotak lalu goreng
- 6 buah jamur shitake kering, rendam lalu potong potong
- 200 gr udang kupas
- 6 butir bawang merah, iris tipis
- 3 siung bawang putih, geprek cincang halus
- 10 biji cabe rawit
- 1 ruas lengkuas, iris iris
- 2 lembar daun salam
- daun bawang kucai, potong potong
- 3 sdm kecap manis
- 1 sdm saus tiram
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- gula pasir secukupnya
- air secukupnya 
- 3 sdm minyak  untuk menumis

Cara membuat :
  1. Panaskan minyak di wajan. Tumis irisan bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam sampai wangi.
  2. Masukkan udang, aduk sampai berubah warna. Masukkan jamur, tahu, dan cabe rawit. Aduk rata lalu tambahkan kecap manis, saos tiram dan air secukupnya (sekitar setengah gelas). Bubuhi garam, merica dan gula pasir secukupnya.
  3. Masak dengan api kecil sampai air terserap dan kuahnya menyusut. Cicipi apabila kurang bumbu.
  4. Masukkan daun kucai. Aduk rata lalu matikan api.
  5. Siap disantap dalam keadaan hangat.