Halaman

26 Maret 2013

Bubur Jali



Terima kasih tuk support dan doanya teman teman. Alhamdulillah setelah mengistirahatkan tubuh I feel much better now. Ngga sabar tuk posting. List resep udah numpuk. Karena aku tetap masak,  baking and taking pictures... cuman istirahat blogging ^^. Malah jadi lebih berat posting semua dalam satu hari wkwkwkwkwkw...

Resep ini simple kayak bikin bubur kacang ijo aja jadi resepnya nggak usah dishare ya. Kemarin waktu ke Makassar ketemu jali di Hero. Ternyata kalau di luar negeri ini namanya barley walaupun barley ada macam macam jenisnya. Tapi kalau lihat bentuknya, kayaknya aku pernah nemu di hutan sini. Aslinya seperti tanaman yang sering dibikin manik manik tuk dijadikan tirai. Kulit luarnya keras. Seumur umur belum pernah icip gimana rasanya. Yang jelas perlakuannya seperti bikin bubur kacang ijo. Direndam dulu sekitar 1-2 jam. Habis itu dimasak bersama air dan daun pandan sampai empuk. Setelah empuk turunkan santan dan gula merah, sedikit garam. Disajikan bersama santan kental gurih. Kalau rasa menurutku jauh beda dengan kacang ijo. Malah lebih mirip bubur bassang. Yaaaa bassang masih lebih enak dikit karena dari jagung pulut. Wanginya beda. Tapi terbayar sudah penasaranku. Setidaknya sudah pernah mencoba sekali.

21 Maret 2013

Rehat Sejenak...






Kangeeeeen ngeblog...kangen juga sama teman teman pembaca setia, semoga semuanya dalam keadaan sehat walafiat ya.
Maaf kalau aku terlalu lama istirahatnya. Maaf juga kalau ada komen komen yang tak sempat dijawab. Kemarin aku sekeluarga ke Makassar selama 4 hari, tapi sepulang dari Makassar pun aku nggak ada semangat tuk posting. Sudah beberapa minggu ini aku sering sakit kepala. Tambah parah kalau di depan komputer. Mata rasanya perih dan bengkak. Jadi kalaupun buka internet hanya bisa sebentar saja. Mungkin selama ini aku terlalu bersemangat blogging. Saking seringnya sampe sampe aku juga sering terlalu lama di depan komputer. Saatnya tuk istirahat sejenak. Mengistirahatkan mata dan punggung. Dan mungkin nggak akan seperti dulu lagi. Ngeblog dibatasi sehingga mungkin postingannya juga berkurang. Harap maklum ya teman teman...
Baca selengkapnya »

11 Maret 2013

IDFB Challenge #9 : Papeda (Bubur Sagu)








Tema IDFB challenge bulan ini adalah bubur gurih nusantara. Kalau mengikut asal daerahku Sulawesi Selatan harusnya sih aku bikin barobbo'. Tapi karena sudah ada yang bikin akhirnya aku memilih tuk bikin papeda. Papeda adalah makanan khas masyarakat Papua, Maluku dan sekitarnya. Berupa bubur yang dibuat dari sagu basah dari pohon sagu. Teksturnya beda dengan tepung sagu kemasan karena belum melewati proses pengeringan pabrik. Baunya khas agak kecut. Kalau aku masak sagu ini hubby nggak berani dekat dekat dapur. Dia heran kok orang suka sama makanan yang baunya seperti itu. Olahan ikan kuah kuningnya sih suka tapi sagunya tidak lah yaaaawww...ya gak papalah, rugi sendiri deh wkwkwkwk.

Bagi orang yang belum pernah makan atau lebih tepatnya menyeruput papeda ini mungkin berasa aneh ya. Bentuk dan teksturnya yang menyerupai lem membuat leher agak geli ketika pertama kali lewat kerongkongan. Bingung cara makannya, dikunyah gak bisa, ditelan juga aneh. Hihi...tapi kalo dah sering malah ketagihan. Cara penyajian bubur sagu ini populer disandingkan dengan ikan kuah kuning. Kuahnya yang asam manis pedas pas berpadu dengan sagu yang cenderung tawar. Mirip mirip juga dengan kapurung dari Sulawesi. Cuman bedanya kapurung ada tambahan sayur dan sagunya dibentuk bulat bulat kecil. Makannya pun pakai sendok. Resep papeda di bawah ini menggunakan takaran kira kira ya. Kalau keenceran bisa ditambahkan larutan sagunya dan didihkan kembali. kalau kekentalan bisa ditambahkan air. Maklumlah belum profesional bikinnya. Resep aku modifikasi dari sini dan berbagai sumber.

Bahan papeda :
- sagu basah secukupnya

- air secukupnya

Cara membuat :
  1. Cairkan  tepung sagu dengan sedikit air, saring. Taruh dalam panci.
  2. Tambahkan garam dan gula. Aduk rata.
  3. Didihkan air secukupnya. Tuang ke dalam larutan sagu. Aduk cepat dengan sendok kayu sampai larutan sagu berubah menjadi bening yang menandakan sagu sudah matang. Kalau masih tetap berwarna putih bisa dijerang kembali di atas kompor sampai matang.

Bahan Ikan kuah kuning :
- 1/2 kg ikan tongkol/mubara
- 2 sdm minyak untuk menumis

- 2 batang serai, geprek
- 4 tangkai kemangi

- 10 buah cabe rawit, biarkan utuh
- 2 buah tomat merah, potong 4 bagian

- 1 buah jeruk nipis
- gula pasir, secukupnya

Bumbu halus :

- 5 buah bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 buah kemiri
- 2 buah cabai merah keriting
- 2 cm jahe

- 2 cm kunyit
- garam secukupnya


Cara membuat :

  1. Bersihkan ikan, potong potong. Baluri dengan garam dan jeruk nipis. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus dan sereh hingga wangi.
  3. Tambahkan air sebanyak 700 ml, biarkan mendidih.
  4. Masukkan ikan. Tambahkan gula, tomat dan cabai rawit utuh, cicip apabila kurang garam. Masak beberapa menit dengan api besar. Setelah mendidih kecilkan api masak kembali hingga ikan matang dan bumbu meresap.
  5. Ketika akan dimatikan tambahkan daun kemangi dan perasan air jeruk nipis.
  6. Ikan kuah kuning siap dinikmati dengan papeda.




 



8 Maret 2013

Banana Butter Cake with Nutella Buttercream



Yang namanya segala jenis kue pisang sudah aku coba. Mulai banana bread, muffin pisang, cake pisang cokelat, banana roll...dst dst. Ternyata baru nyadar kalau belum pernah coba bersi buttercakenya. Nah resep ini aku lihat di salah satu blog favoritku Vivian Pang Kitchen. Katanya kalau pecinta pisang harus mencoba resep ini. Karena aku merasa...ya akhirnya aku ikutan bikin juga. Tertarik sama metode butter cake pisah telur. Sudah pernah coba teknik ini dan hasilnya memang lebih lembut tidak seperti butter cake umumnya yang padat dan agak berat. Resep aku tiru plek tapi aku skip penggunaan baking powder dan soda kuenya. Cuman pengen tau efeknya di kue ini. Apakah tetap akan mengembang atau tidak...karena sudah menggunakan teknik pisah telur. 

Aku nggak pake poppy seed karena nggak punya. Dan karena Nutellaku juga masih banyak aku tertarik membuat Nutella buttercream tuk disandingkan dengan banana butter cake ini. Ternyata rasanya pas sekali. Enak. Cuman rasa pisangnya kurang nendang karena tertutup rasa buttercreamnya yang rich.  Dan karena tidak menggunakan baking powder dan baking soda kuenya tidak terlalu mengembang. Agak padat, tapi tetap lembut karena mengandung pisang. Berikut resep Vivian yang udah kumodifikasi sesuai bahan yang ada di rumah.

Baca selengkapnya »

7 Maret 2013

Pallu Basa Makassar





Banyak orang yang bilang makanan Makassar mirip mirip bentuknya dan rasanya. Yang dimaksud itu mungkin adalah coto, konro, sop sodara dan pallu basa. Sebenarnya kalau lidah kita sudah sering mencicipinya rasanya tidak ada yang sama. Memang sepintas penampakan kuahnya agak mirip gelap kehitaman tapi bumbunya sangat berbeda. Semua makanan di atas kecuali konro umumnya menggunakan jeroan. Kalau konro menggunakan tulang. Tapi itu sesuai selera masing masing. Kalau aku bikin, jeroan diskip cuman pake daging.

Bumbu pengentalnya juga berbeda. Kalau konro menggunakan kaloa/kluwek, kalau coto menggunakan kacang goreng yang dihaluskan, pallu basa menggunakan kelapa parut sangrai yang dihaluskan, sedangkan sop sodara kuahnya tidak terlalu kental karena walaupun menggunakan telur kocok di akhir proses pemasakannya, perbandingan dengan kuahnya jauh sekali. Nah jelas kan perbedaannya. Dilihat dari bumbunya saja sudah bisa ditebak semua aroma masakan ini berbeda. 


Kali ini aku mencoba membuat pallu basa. Biasanya pallu basa disajikan bersama nasi beda dengan makanan lain yang disajikan bersama ketupat dan burasa. Dan dalam keadaan panas panas baru dituang ke mangkok biasanya bagi yang suka ditambahkan kuning telur ayan kampung. Menghasilkan kuah yang kental tapi sama sekali tidak berbau amis karena kelapa sangrai yang digunakan mendominasi aroma masakan ini. Kalau kata mamaku dulu neneknya kalo bikin nggak pernah disantap bersama telur mentah. Tapi ke dalam bumbunya ditambahkan sedikit kaloa/kluwak. Sedikit saja hanya tuk pewarna dan bukan pengental. Tapi ya...suka suka aja ya sesuai selera. Berikut resepnya yaaa...


Baca selengkapnya »

6 Maret 2013

Triple Chocolate Mouse Cake





Pertama lihat mouse cake ini di blognya Bunda Ricke "Ordinary Kitchen".  Beliau modifikasi dari resep aslinya di PastryPal. Dua duanya menarik, kalau Bunda Ricke dibuat ukuran bulat besar sedangkan pastrypal dibuat ukuran individu. Aku tertarik model satuan yang imut ini. Tertantang tuk bikin model seperti itu. Selain aku juga gak punya ring besar. Adanya mika mika plastik kecil. Kebetulan juga aku pingin praktekkan dekorasi cokelat yang menggunakan bubble wrap sebagai cetakannya. Hmmmm... menarik bukan?

Cake dasarnya aku bagi dua dari resep aslinya karena kayaknya lebih banyak dibanding mousenya. Ternyata setengah resep aja sisa. Mousenya sesuai ukuran aslinya. Cokelat crunchnya aku ganti dengan hiasan white coklat dan punyaku nggak disajikan bersama saus cokelat karena menurutku begini aja udah enak. Glazenya juga aku cuman krim kental dan cokelat karena nggak punya bahan lainnya. Hasil jadinya 7 individu mouse cake yang cantik dan lembut. Kata anak anak "kue es krim". Berikut resepnya ya...hanya sedikit modifikasi kok. Untuk white mouse aku tambahkan 100 gr krim kental karena menurutku kemanisan. Malah lain kali kalo bikin lagi aku nggak mau kasih white coklat. Di skip aja soalnya ggak terlalu suka rasa white cokelat yang kuat dalam mouse.

Satu tips buat yang pingin mencoba, sebaiknya kalau bikin dalam ukuran individu seperti di atas ukurannya jangan terlalu besar. Biar enaknya bener bener kerasa di setiap sendoknya. Sesuatu yang lezat kalo berlebihan makannya alias porsinya jumbo, jadi hilang enaknya malah blenek makannya. Tul nggaaak ???? 



Baca selengkapnya »

1 Maret 2013

Blueberry Streussel Bread, Chocolate Cream Cheese and Coffee Bun




Hari ini lagi pengen bereksperimen dengan beberapa jenis roti. Resep rotinya sendiri hanya satu macam yaitu  roti dengan metode water roux. Cuman sepertiganya aku beri cokelat pasta sehingga menjadi 3 variant. Strawberry Streussel Bread yaitu roti yang dibentuk kepang dan ditaburi streussel dan selai blueberry. Gambarnya di atas. Chocolate creamcheese bun yaitu roti cokelat yang diisi adonan creamcheese dan yang ketiga coffee bun. Isiannya creamcheese juga tapi toppingnya kopi. Fillingnya aku lihat di resepnya Veronica's Kitchen via WendyInkk. Thanks to both of you for sharing this great recipe.







Kenapa aku posting lagi coffee bunnya padahal dulu udah pernah?? karena aku sedang mencari resep topping kopi yang renyahnya bertahan lama seperti roti boy. Selama beberapa kali bikin, yang terakhir inilah yang paling mendekati teksturnya. Biasanya adonan toppingnya renyah ketika masih panas. Begitu dingin langsung melempem. Lapisannya pun tipis...kayaknya itu yang menyebabkan renyahnya gampang hilang kena udara. Resep kali ini hasil gabungan antara topping crunchy sus jepangnya Pak Sahak dan topping coffee bun. Aku perhatikan toppingnya Pak Sahak agak tebal, mungkin bisa diaplikasikan ke roti juga. Ternyata benar. Cuman hasil akhirnya belum bisa semulus roti boy. Masih kelihatan motif spiral pada toppingnya samar samar. Resepnya belum aku share karena menurutku belum sempurna. Entar kalau udah puas bener sama hasilnya in sha Allah aku share yaaa...

Baca selengkapnya »