Halaman

10 Juni 2012

Kue Lapis Pandan


Kadang kadang kalo lagi bosan, kehabisan bahan bacaan...resep resep majalah Sedap edisi lama kembali aku buka buka. Masih banyak resep resep menarik yang belum aku praktekkan. Nah, salah satunya ya kue lapis ini. Dulu aku sudah pernah bikin lapis kanji. Yang sekarang ini versi tepung terigunya dan menggunakan pandan suji. Kebayang kan wanginya??

Alhamdulillah juga disekitar rumahku yang namanya daun daunan bumbu masak or kue lumayan lengkap. Untuk kue tradisional ada suji, ada pandan, pandan besar dan daun pisang. Jadi kalo bikin lapis pandan nggak terlalu repot...tinggal petik saja.



Berikut resepnya yang aku modifikasi sedikit dari Majalah Sedap Edisi 5 th 2006. Judul asli kuenya adalah 'kue berlapis' dari Indonesia Timur.

Bahan :
- 300 gr tepung terigu protein sedang
- 75 gr tepung sagu
- 225 gr gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 825 santan dari 1 butir kelapa
- 50 ml air daun suji (dari 30 lembar suji dan 3 lembar daun pandan)

Cara membuat :
  1. CAmpur tepung terigu, tepung sagu, gula dan garam. Tuang santan sedikit sedikit sambil diuleni sampai rata. Saring.
  2. Bagi menjadi 2 adonan. Satu bagian tambahkan air suji. Aduk rata.
  3. Siapkan loyang 16x16x7 m yang dioles minyak sisi sisinya. (aku pake loyang brownies).
  4. Tuang satu sendok sayur (sendok sayur ukuran besar) lapisan putih. Kukus 5 menit. Tuang satu sendok adonan hijau. Kukus 5 menit. Ulangi terus sampai adonan habis. Terakhir kukus 30 menit sampai adonan matang. Kalau air kukusannya habis tambahkan dengan air mendidih dulu sebelum lanjut mengukus. Setiap menuang adonan aduk dulu supaya tepung tidak mengendap.
  5. Angkat. Dinginkan. Potong potong menggunakan benang atau pisau plastik (scraper).




8 Juni 2012

Katrisala




Katrisala merupakan jajanan khas dari Sulawesi Selatan. Mirip dengan sarikaya ketan atau katrisolo dari Jawa tapi yang khas dari katrisala ini adalah penggunaan ketan hitam untuk lapisan bawahnya. Penambahan ketan hitam menambah rasa dan tekstur yang khas pada kue ini. Tentu saja supaya lebih legit tetap ditambahkan ketan putih karena berfungsi sebagai pengikat supaya tidak terlalu mawur. Perbandingan ketan hitam dan putih bisa 1 : 1 tapi bisa juga 1 : 2, banyakan ketan putih biar lebih cantik warnanya nggak terlalu gelap. Pokoknya sesuai selera saja. 

Bentuk permukaan sarikaya yang bergelombang adalah ciri khas pemakaian telur yang banyak. Sehingga sewaktu mengukus harus menggunakan api sedang agar sarikayanya tidak over mengembang sampe hancur bentuknya, hehe ^^

Berikut resepnya ya hasil tanya tanya mamaku...walaupun resep aslinya menggunakan gelas, aku udah konversi ke gram dan cuman bikin separuh resepnya.

Bahan ketan  :
- 150 gr beras ketan hitam (campur dengan beras ketan putih dan rendam 2 jam)
- 150 gr beras ketan putih 
- 200 ml santan
- 1/2 sdt garam
- 2 lembar daun pandan

Bahan sarikaya :
- 4 butir telur
- 170 gr gula merah, serut
- 50 ml air
- 150 ml santan kanil
- 1 sdm tepung beras
- 1/4 sdt garam
- 2 lembar pandan

Cara membuat :
  1. Kukus beras ketan 2 macam selama 15 menit. Masak santan dan garam bersama daun pandan sampai mendidih. Angkat daun pandannya masukkan beras ketan tadi. Aduk aduk sampai santan terserap habis. Kukus kembali selama 25 menit. Setelah matang, padatkan di dalam loyang yang sudah dialasi daun pisang dan dioles sedikit minyak.
  2. Masak gula merah bersama 50 ml air dan pandan. Setelah mendidih dan larut, saring. Biarkan agak hangat supaya ketika telur dimasukkan tidak matang.
  3. Campur gula merah, santan, telur, tepung beras dan garam. Aduk sampai rata. Saring.
  4. Tuang ke atas lapisan ketan. Kukus selama kurang lebih 30 menit dengan api sedang (kalau apinya terlalu tinggi nanti lapisan sarikayanya akan mengembang dan permukaannya bergelombang sekali)
  5. Angkat, dinginkan lalu potong potong.

 

Marble Peanut Brownies




Pengen bikin variasi lain dari brownies, kali ini aku coba bikin brownies marmer kacang. Perpaduan dari dua resep. Resep browniesnya dari Martha Stewart yang aku lihat di blognya Yessi 'Bunda Twins Kitchen' dan swirl kacangnya dari "Now, You're Cooking"

Hasilnya menurutku lumayan. Enak juga, tapi mungkin lebih enak aslinya tanpa tambahan kacang. Tapi nggak papalah namanya juga coba coba resep. Tuk Yessi, makasiiih ya sharingnya. Berikut resepnya ya...


Bahan Brownie :
- 120 gr butter
- 130 gr terigu protein sedang
- 30 gr cokelat bubuk
- 3 butir telur
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt baking powder (aku nggak pakai)
- 255 gr dark cokelat
- 250 gr gula pasir halus


Bahan Topping Kacang :
- 1/3 cup selai kacang
- 2 sdm butter
- 2 sdm sugar
- 1 sdm flour
- 1 butir telur

 Cara membuat :
  1. Panaskan oven sampai 180 C atau 350 F. Olesi loyang dengan mentega dan alasi dengan kertas roti. Olesi kembali dengan mentega. Pada bagian sisi-sisi loyang lebihkan sedikit kertas rotinya sekitar 1cm (fungsinya untuk mengangkat brownies keluar dari loyang), sisihkan.
  2. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, dan garam, sisihkan.
  3. Lelehkan butter, masukkan dark cokelat, aduk-aduk hingga coklat meleleh dan tercampur rata dan licin. Angkat.
  4. Masukkan gula pasir halus, aduk rata dengan whisker hingga gula terlihat menyatu dengan coklat. Masukkan telur, aduk rata kembali hingga rata dan lembut. Masukkan campuran terigu, aduk rata hanya sampai tepung sudah merata dan tidak terlihat lagi. Jangan diaduk terlalu lama.
  5. Tuang adonan kedalam loyang, ratakan permukaannya. 
  6. Campur semua bahan topping dan kocok rata sebentar saja. Tuang sesendok sesendok di atas adonan brownies. Buat swirl/marmer dengan menggunakan pisau.
  7. Panggang sampai matang sekitar 50 menit.
  8. Keluarkan dari oven, diamkan sekitar 30 menit dalam loyang.
  9. Keluarkan dengan cara mengangkat kelebihan kertas roti di sisi loyang. Dinginkan di rak kawat, potong-potong sesuai selera.



Cakue


Cakue atau cakwe adalah jajanan yang populer dijumpai di wilayah Jakarta maupun daerah Jawa dan sekitarnya. Tapi kalau di Sulawesi sih belum familiar. Malahan aku belum pernah nemu ada abang abang yang jualan gorengan ini di sini. Itu pula sebabnya aku belum pernah tau bagaimana rasanya. Tapi walaupun begitu, aku tertarik tuk membuatnya karena cara bikinnya yang unik. Waktu cuti dulu juga sempat beli amoniak di toko bahan kue hanya demi mencoba resep ini. Hehe ^^

Resep aku lihat di Majalah Sedap edisi Agustus 2004. Total waktu bikinnya Sekitar 7 jam lebih. Karena didiamkan selama 6 jam sebelum digoreng. Mungkin jajan ini mengalami fermentasi alami karena tidak menggunakan ragi. Amoniak digunakan untuk mendapatkan hasil gorengan yang renyah serta serat yang cantik.




Alhamdulillah percobaanku berhasil. Bentuknya mirip sekali dengan yang di majalah. Kalau soal rasanya, unik...! seperti donat tapi lebih ringan dan sedikit alot. Rasanya gurih seperti menggunakan telur padahal tidak, mungkin ini juga salah satu sumbangan penggunaan amoniak. Waktu masih berupa adonan mentah ada bau bau amoniaknya kayak bau pesing gitu. Tapi setelah digoreng sudah nggak terlalu walaupun masih ada dikit aromanya tapi ketutup dengan aroma khas gorengan. Okey berikut resepnya dari Majalah Sedap ya. Karena ini percobaan pertama dan hanya tuk mengobati rasa penasaran aku bikin setengah resep aja seperti di bawah :

Bahan :
- 250 gr tepung protein sedang
- 165 ml air
- 3/4 sdt garam
- 1/2 sdt amoniak bubuk (food grade)
- 1 1/2 sdt baking powder double acting
- minyak banyak untuk menggoreng

Cara membuat :
  1. Larutkan garam dan amoniak dalam 75 ml air. Sisihkan.
  2. Larutkan baking powder dalam sisa air, sisihkan.
  3. Ayak tepung terigu. Tambahkan kedua larutan sambil diuleni sampai kalis. DIamkan 20 menit.
  4. Uleni lagi adonan sampai elastis. Bagi adonan menjadi 2 bagian lalu digulung panjang. Tutup plastik. Diamkan 6 jam.
  5. Giling masing masing adonan setebal 1/2 cm sama lebarnya. Tumpuk kedua adonan.
  6. Potong potong adonan panjang 10 cm dengan lebar 2 cm. Berat masing masing sekitar @15 gr.
  7. Tekan bagian tengah atas tumpukan sengan sumpit.
  8. Goreng dalam minyak panas sedang sambil disiram siram atasnya hingga mekar dan kering.

7 Juni 2012

Tumis Kangkung Bunga Pepaya



Karena ngiler lihat postingannya Mbak Tati Nuruddin 'tumis bunga pepaya' akhirnya aku juga bikin sendiri. Kebetulan ada tetangga yang punya pohonnya dan nggak pernah berbuah, yang ada cuman bunganya aja banyak sekali. Cuman karena takut kalo cuman pake bunga pepaya rasanya akan pahit sekali jadinya aku tambahin kangkung. Aku nggak punya teri nasi, tapi di kulkas ada ikan cakalang, rencananya aku mau tambahkan ke dalam sayuran. Dan habis googling dapat resep tumis bunga pepaya cakalang di 'Resep Dela'. Lihat bumbu bumbunya kayaknya Menado sekali. Lengkap bumbu daun daunannya yang sangat banyak. Langsung deh kebayang wanginya....ada pandan, sereh, kemangi, daun jeruk, daun kunyit.

Thanks to Mbak Dela tuk resepnya yang maknyus. Setelah matang nggak sabar langsung aku santap dengan nasi ngepul. Uuuuuwenak tenan! ikannya walaupun bukan ikan asap tapi karena dibakar berasa diasap juga. Pahitnya nggak terasa, masih lebih pahit paria. Mungkin karena dah dimasak bersama asam dan garam. Hubby aja yang nggak suka paria, makan sayur bunga pepaya ini malah makannya nambah.  Berikut resepnya Mbak Dela yang udah aku modifikasi dikit ya :

Bahan :
- 4 sdm minyak sayur
- 150 gr bunga pepaya, siangi, rebus dalam air mendidih bersama asam potong, tiriskan, dinginkan, lalu aduk aduk dengan garam
- 1 ikat kangkung, siangi
- 200 gr ikan cakalang (bakar), suwir-suwir
- 3 btg serai, ambil bagian putihnya, geprek
- 5 lbr daun jeruk, sobek sobek
- 3 lbr daun pandan, robek dan simpulkan
- 3 btg daun bawang, iris serong
- 8 tangkai daun kemangi, petik daunnya.
- 2 cm jahe, geprek
- gula secukupnya
- 1 sdm saus tiram
- cabe rawit untuk taburan

Bumbu Halus:

- 5 bh cabai merah keriting
- 10 bh bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 sdt garam

 Cara membuat :
  1. Panaskan minyak, masukkan daun pandan sampai harum. Tambahkan bumbu halus, serai, kunyit, jahe. Tumis hingga bumbu matang dan wangi.
  2. Tambahkan ikan cakalang dan daun bawang. Aduk rata.
  3. Masukkan bunga pepaya dan kangkung. Aduk rata sehingga sayuran, ikan dan bumbu tercampur rata. Tambahkan saus tiram dan air sedikit. Masak hingga matang.
  4. Tambahkan gula dan garam jika perlu dan terakhir masukan daun kemangi dan cabe rawit, aduk sebentar, angkat.

4 Juni 2012

Apple Cinnamon Custard Buns and Cinnamon Roll Danish






Terinspirasi dari Apple Cinnamon Custard Breadnya 'Home Baking Net' dan Apple Bunsnya 'Food4Tosts' hari ini aku bikin kedua jenis roti ini. Dari satu resep aku bagi menjadi 3 jenis roti. Yang Apple Buns cuman isian apel, sedangkan Cinnamon custard jelaslah menggunakan custard sesuai namanya dan juga apel. Untuk isian ini, potongan apel aku masak bersama gula palem, kayu manis dan sedikit butter sampai rasanya meresap kemudian dikentalkan dengan sedikit maizena. Tapi teksturnya tetap masih kelihatan potongan apelnya...nggak sampe jadi selai. Sedangkan tuk custard atau vlanya aku menggunakan vla biasa seperti pada resep kue sus.

Rotinya menggunakan resep water roux method yang sudah aku pernah bikin sebelumnya. Untuk apple buns, filling tinggal diisikan ke dalam adonan lalu dirapatkan dan dibulatkan dan ditaruh dalam paper cup. Ketika akan dipanggang, atasnya dioles telur lalu dihias dengan potongan apel. Sedangkan untuk custard bread, adonan roti digiling memanjang persegi empat lalu diolesi vla kemudian ditaburi adonan filling apel tadi. Gulung, potong potong dan susun di loyang seperti kalo bikin cinnamon roll. Sewaktu akan dipanggang dioles telur lalu ditaburi almond flakes. Setelah matang disajikan dengan semprotan gula icing.

 
 

Sedangkan di bawah ini adalah hasil keisenganku saja. Pengen bikin roti danish, jadi sepertiga adonan roti aku isikan butter beku kemudian diproses giling lipat seperti kalo bikin puff pastry. Hasilnya ternyata nggak kalah enak. Walaupun rollnya kurang banyak, tapi lapisannya udah kelihatan kok. Luarnya kalo masih panas benar benar crunchy sedangkan dalamnya lembut seperti roti. Yah memang roti sih sebenarnya...tapi roti pastry atau danish. Diolesi butter dulu, kemudian ditaburi gula palem, bubuk kayu manis dan kismis.



Senangnyaaaa semua suka. Hubby yang dah lama menghindari roti karena diet darah tinggi, kolesterol dan asam urat akhirnya menyerah juga. Apalagi dia lagi puasa, pas buka langsung deh semuanya diicip dan katanya...."enaaaaaak semuanya bu! tapi jangan sering sering ya bikinnya, takut aku kalap". Hehe...iya mas, dont worry be happy ^,^

2 Juni 2012

GULAI RAMAS


Bahan :
2 ekor ikan tongkol, diambil dagingnya, dipotong
1.750 ml santan encer
1 lbr daun kunyit, diikat
2 sdt garam
1 ½ sdt gula pasir
350 gram nangka muda, dipotong-potong
5 lonjor kacang panjang, dipotong 3 cm
2 buah asam gelugur -
250 ml santan kental

Bumbu halus :
10 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah cabai merah keriting
3 buah cabai merah besar
2 cm lengkuas
1 cm jahe
2 cm kunyit
4 butir kemiri

Cara membuat :
1. Lumuri ikan tongkol dengan 1 sdt air asam. Diamkan 10 menit.
2. Rebus santan encer, bumbu halus, daun kunyit, garam dan gula pasir sambil diaduk sampai mendidih. Tambahkan nangka. Masak sampai empuk.
3. Masukkan ikan tongkol, kacang panjang dan asam gelugur. Masak sampai mendidih.
4. Tuang santan kental. Masak lagi sampai mendidih.

NB : sumber “Saji edisi 12/th. V/28 november - 11 desember 2007”