Halaman

11 Juli 2012

Mrs. NgSK's Vanilla Butter Cake



Setelah mencoba beberapa macam buttercake...aku masih ketagihan bikin lagi dengan rasa serta metode yang agak berbeda. Caranya yaitu dengan mengocok putih telur dan kuningnya terpisah. Biasanya kan yang menggunakan teknik ini chiffon cake. Cake yang dihasilkan teksturnya lembut dan ringan. 

Yang paling aku sukai pada saat mencoba resep adalah apabila berhasil dan rasanya memuaskan. Kecenderunganku sekarang adalah lebih senang mencoba resep dari hasil browsing blog teman sesama foodie blogger daripada dari buku. Kenapa?? kalau teman foodie biasanya setelah mencoba resepnya...mereka akan memberi tahu kekurangan dan kelebihan cake tersebut. Dan bahkan terkadang  malah memperbaiki/memodifikasi resep aslinya  untuk mendapatkan hasil yang paling sempurna. Selain itu juga ilmu banyak kita dapat dengan membaca semua komen komen berkenaan resep yang dipraktekkan. Jadi bisa dapat jawaban yang lebih detail. Nah setelah proses tersebut kita akan dapat kesimpulan apakah kue tersebut layak dicoba atau tidak. Sementara kalau dari buku kita harus mengikuti plek resepnya, dan tidak tau bagaimana hasilnya...dan akan seperti apa ^^

Seperti tadi yang aku bilang, aku tertarik dengan resep ini karena lihat gambarnya dulu di blognya Wendy . Setelah itu aku baca reviewnya. Di situ dikatakan hasil kuenya ringan dan lembut. Tidak terlalu padat seperti umumnya buttercake. Wendy juga senang dengan resep ini karena permukaan kuenya rata dan tidak ada retakannya. Alias mulussss...kalau mau lihat fotonya dari dekat bisa jalan jalan ke blognya Wendy "Table for 2...or more" 

Resep aslinya Wendy dapat dari teman satu gerejanya Mrs NgSK. Jadi untuk Mrs NgSK terima kasih banyak tuk resepnya yang sangat enak ini. Beneran lembut dan ringan. Wangi vanilanya juga kerasa. Apalagi aku menggunakan vanilla sugar. Gula yang aku taruh vanilla di dalamnya biar vanillanya awet dan gulanya wangi. Pokoknya nggak nyesel dah cobain. Sedikit catatan untuk kue ini adalah butter yang digunakan dari kulkas sudah agak lunak tapi belum terlalu lembek. Ketika kita akan mengocok, mentega harus masih terlihat buram. kalau sudah mengkilat artinya mentega terlalu lembek.

Bahan :
- 230 gr mentega asin (aku pakai 130 gr mentega+100 gr margarin)
- 200 gr telur ( 4 butir telur ukuran sedang)
- 50 gr + 150 gr gula pasir halus
- 200 gr self raising flour (aku pakai tepung protein sedang + 1 sdt baking powder)
- 60 ml susu (aku pakai evaporated)
- 1 buah vanilla bean, keruk isinya

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 180 C. Siapkan loyang segi empat ukuran 8 inchi atau  20 cm. Beri alas kertas roti dan oles mentega sampai ke sisi sisinya. (aku oles mentega dan taburi tepung terigu)
  2. Pisahkan putih telur dan kuning telur. Kocok putih telur sampai berbusa lalu masukkan gula yang 50 gr sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai jambul petruk. Sisihkan.
  3. Kocok mentega dan 150 gr gula sampai mengembang dan pucat. Tambahkan biji vanilla dan kocok sebentar. Tambahkan kuning telur satu persatu sambil dikocok sampai rata. Masukkan tepung dan susu cair bergantian dalam 2 tahap.
  4. Masukkan separuh putih telur sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah. Matikan mixer. Masukkan sisa putih telur sambil diaduk balik menggunakan tangan.
  5. Tuang ke dalam loyang sambil diratakan. Panggang selama kurang lebih 45 menit  sampai tusuk gigi keluar dalam keadaan bersih. Putar loyang pada separuh waktu pemanggangan agar warnanya merata (aku cuma 35 menit karena loyang lebih lebar dan adonan lebih pendek).
Catatan : kalau mempunyai 2 buah mixer, adonan putih telur dan kuning telur bisa dikocok secara bersamaan secara terpisah dengan menggunakan 2  mixer tersebut.

9 Juli 2012

Dadar Pisang Ijo


Udah deket deket ramadhan...serasa dah kebawa hawanya. Pengen makan yang seger seger. Hari ini bikin pisang ijo tapi dengan cara yang simpel. Kan banyak tuh yang suka makan pisang ijo tapi katanya bikinnya ribet. Nah kalau mau yang lumayan mudah dan cepat, bikin aja dadar pisang ijo. Yang dikukus cuman pisangnya. Setelah itu dibungkus dengan kulit dadar dan digulung. Jadi juga kan pisang ijonya...




Resepnya mirip dengan pisang ijo yang biasa, hanya adonan kulit yang seharusnya dimasak/dikukus dulu, kalau di resep ini dibuat menjadi dadar. Kalau suka tebal kulitnya, adonan dibikin kental. Kalau suka tipis aja, yah adonannya dibikin agak encer. Untuk resep ini aku menggunakan pisang raja yang matang sekali dan berukuran kecil aja dengan kulit yang tidak terlalu tebal. Jadinya pisang ijonya juga agak imut.

Begitu juga dengan saus santannya. Kekentalan tergantung ukuran tepungnya. Kalau suka disajikan hangat cocoknya saus yang tidak terlalu kental. sedangkan kalau suka disajikan dengan es batu/serut adonan saus harus kental seperti bubur sumsum karena apabila saus diberi es maka perlahan es akan mencair dan kuahpun menjadi encer.

Untuk resep adonan kulit tanpa telur ini sudah cukup lembut. Tapi kalau menginginkan kulit yang lebih lembut dan lentur bisa ditambahkan 1 butir telur.

Bahan :
- 250 gr tepung protein sedang
- 300 ml santan (kurang lebih)
- 100 ml air pandan suji
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm margarin leleh
- 1 sisir pisang raja yang bagus matangnya, kukus

Saus (larutkan dan masak semua bahan sampai meletup-letup) :
- 1200 ml santan dari 1 butir kelapa
- 150 gr tepung terigu/tepung beras (kalau mau agak encer bisa dikurangi)
- 1/2 sdt garam
- 200 gr gula pasir (atau sesuai selera)
- 2 lmbr daun pandan

Pelengkap :
- sirup pisang ambon
- es serut
- susu kental manis (kalau suka)

Cara membuat :
  1. Dalam wadah, campur tepung terigu, garam, santan, air pandan suji. Aduk rata menggunakan whisk. Kalau perlu saring agar adonannya halus. Tambahkan margarin leleh, aduk rata.
  2. Bikin dadar satu persatu, langsung isikan pisangnya ke dalam kulit seperti gambar di bawah, agar pisang dan kulit saling menempel. Rapatkan ujung ujungnya. Lakukan sampai adonan habis.
  3. Potong potong dan siap disajikan bersama es serut dan sirup merah.


5 Juli 2012

Sate Makassar






Sate Makassar pada umumnya sama saja dengan sate dari daerah lain. Cuma ciri khasnya ada di bumbu kacangnya yang menggunakan irisan belimbing wuluh. Jadi ada tendangan asam-asam segernya... dan resep ini dijamin dagingnya lembut tanpa perlawanan, karena sudah direndam bersama potongan daun pepaya. Wanginya...hmmm, bahan olesan dioles menggunakan sereh yang digeprek sebagai kuasnya, jadi aromanya merasuk ke dalam daging...merasuk..? halaaah...istilahnya. But kasihan si Mas... walaupun resiko asam uratnya kambuh...tetep aja dimakan. Enak banget Bu satenya...tambah ya? Anak-anak ? well jangan ditanya...lahap sekali makannya karena dagingnya sangat lembut, nggak cape kunyahnya...





Sate ini aku bikin dalam rangka setoran  IDFB (Indonesian Food Blogger Challenge) #5 dengan tema 'sate nusantara'. Sebenarnya waktu tuk setor laporan adalah sebulan semenjak 1 juni kemarin. Tapi nggak tau kenapa aku nggak pernah dapet moodnya buat 'nyate'...yang ada baking kue melulu. Tapi berhubung deadlinenya nanti malam pukul 10.00 aku akhirnya bikin juga pagi ini secara aku belum pernah absen setoran ^^

Bahan :
- 1/2 kg daging sapi has dalam, potong kotak
- hati sapi secukupnya, potong kotak
- 1 lembar daun pepaya
- tusuk sate

Bumbu perendam (haluskan) :
- 3 siung bawang putih
- 1 1/2 sdt ketumbar sangrai
- seujung sdt merica
- seujung sdt jintan
- 1/2 ruas jahe
- 1 sdm gula merah
- garam secukupnya
- 1 sdt air asam Jawa yg kental

Bumbu olesan (aduk jadi satu) :
- margarine/minyak
- kecap manis
- 3 batang sereh, diikat dan digeprek bagian putihnya untuk kuas olesan

Bumbu kacang :
- 200 gr kacang tanah kupas
- 2 buah cabe merah/cabe keriting
- 3 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 sdm gula merah
- 1/2 sdt terasi
- 1 sdt air asam
- garam secukupnya
- kecap manis secukupnya
- 2 buah belimbing wuluh, potong-potong tipis
- 3 lmbr daun jeruk purut
- minyak secukupnya

Cara membuat :

  1. Campur potongan daging has dan hati sapi dengan bumbu perendam. Beri potongan daun pepaya (jangan diremas-remas karena akan menjadi pahit). Aduk rata. Biarkan kurang lebih 1- 2 jam (atau bisa direndam semalam di kulkas). Tusuk dengan tusuk sate. Setiap tusuk sate beri satu potong hati sapi.
  2. Panggang sate sambil diolesi bahan olesan. Memanggang jangan terlalu lama sampai sate menjadi kering. Waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 10 menit. Yang penting bagian dalam matang merata tapi masih juicy.
  3. Bumbu kacang : goreng kacang tanah. Setelah setengah matang, masukkan cabe merah, bawang merah dan putih. Lanjutkan menggoreng sampai kacang tanah matang dan bumbunya wangi. Angkat. Biarkan dingin.
  4. Haluskan kacang bersama bumbu-bumbunya kecuali daun jeruk dan belimbing.
  5. Masak bumbu kacang dan daun jeruk bersama air secukupnya sambil diaduk aduk. Cicipi, tambahkan bumbu yang kurang. Saat-saat terakhir tambahkan potongan belimbing wuluh. Masak sampai belimbing layu dan kuah mengental.
  6. Sate siap dihidangkan bersama sausnya dan taburan bawang goreng.


    4 Juli 2012

    Lapis Ketan Sarikaya Pandan




    Ini adalah salah satu jajajan tradisional...sodaraan sama katrisolo. Lapisan bawahnya sama, lapisan atasnya aja yang beda. Yang ini menggunakan pandan gula pasir, sedangkan katrisala pake gula merah. Dua duanya enak dengan rasa gurih manis yang berbeda.

    Pada saat membuat resep ini aku cuman bikin setengah resep. Selalu begitu. Kalau ditanya...kenapa seringnya kue kue yang aku ujicoba cuman setengah resep...kan jadinya cuman seiprit tuh. Nah memang aku sukanya begitu. Tapi sebenarnya banyak alasannya. Aku kan terlalu sering bikin kue...kalo hampir tiap hari bikin sedangkan yang kemarin aja belum habis...lhaaa siapa yang menghabiskan kue kemarin. Selain itu juga biar bikinnya gak terlalu capek, dan efisien waktu...kalau gagal juga nggak rugi banyak. Dan yang terakhir... supaya sirkulasi perputaran kuenya lancar *udara kali pake sirkulasi segala, hihi ^^

    Bikin setengah resep aja lumayan banyak. Aku sekeluarga cuman 4 orang. Jadi cukuplah...malah kadang kadang masih bisa disimpan tuk bawa bekal anak anak.



    Kue ini aku bikin menggunakan 2 macam cetakan. Yang satu cetakan bentuk bunga ukuran sedang, sedangkan satu lagi cetakan cucing plastik yang imut. Di bawah ini pasta pandan homemadeku. Sisa bikin buttercake pandan dan topo map love cake kemaren. Beda kan kekentalan dan warnanya dibandingkan blenderan pandan biasa...



    Berikut di bawah ini resep yang aku modifikasi dari Resep Makanan Indonesia. Aku bikin separuh dari resep aslinya...

    Bahan untuk lapisan dasar :
    - 250 gr ketan putih ,cuci bersih lalu rendam 2 jam
    - 125 ml santan dari ½ butir kelapa
    - 1/2 sdt garam halus

    Bahan adonan sarikaya :
    - 2 btr telur ayam
    - 175 ml santan
    - 150 gr gula pasir (kalau kurang suka manis bisa dikurangi)
    - 2 sdm tepung terigu
    - 50 ml pandan paste home made
    - 1/2 sdt vanili bubuk
    - 1/2 sdt garam halus

    Cara membuat : 
    1. Panaskan dandang kukusan sampai airnya mendidih. Kukus beras ketan selama 15 menit hingga setengah matang. Angkat.
    2. Campur santan dan garam, rebus hingga mendidih angkat. Tuangkan beras ketan ke dalam santan rebus, aduk hingga santan terserap. Kukus lagi ketan hingga matang, sekitar 20 menit. 
    3. Angkat, ratakan dan padatkan ketan dalam loyang beralas daun pisang dan diolesi sedikit minyak atau bisa juga menggunakan cetakan cucing plastik. Agar mudah dan tidak melengket, padatkan ketan menggunakan plastik. Usahakan benar benar padat agar tidak ada space kosong diantara beras dan supaya hasil ketannya legit.
    4. Sarikaya : aduk telur dan gula hingga gula larut. Tambahkan semua bahan lainnya aduk rata. Saring.
    5. Tuang bahan sarikaya ke atas lapisan ketan. Kukus lagi sampai matang dan tengahnya mengeras selama ± 40 menit dengan api sedang. Angkat dan dinginkan.  Agar memudahkan mengeluarkan kue dari loyang atau cetakan, kikis dulu pinggirannya perlahan dengan pisau. Untuk yang menggunakan cucing, setelah dingin, cukup ditekan tekan pinggirannya nanti akan mudah keluar sendiri.

    2 Juli 2012

    Panada (Menado)


    Panada isi ikan dan pepaya muda ini adalah salah satu jajanan favoritku. Suka sekali perpaduan rasa ikan tongkol dan pepaya mudanya. Ditambah lagi dengan bumbu masakan khas Menado seperti jahe, sereh, daun jeruk, dan kemangi. Wangiiiii ! Anak anak suka isian panada ini dimakan begitu saja dengan nasi. Lauk dan sayur dalam satu hidangan.

    Untuk resepnya aku menggunakan perpaduan resep Femina dan buku Sedap "Kue Tradisional modern" . Isiannya dari Femina dengan sedikit modifikasi sedangkan resep kulitnya dari buku keluaran Sedap. 

    Bahan kulit :
    - 500 gr terigu protein tinggi
    - 25 gr gula pasir
    - 2 sdt ragi instan
    - 1 butir telur
    - 300 ml santan dari 1 /2 butir kelapa
    - 1 sdt garam
    - minyak untuk menggoreng

    Bahan isi :
    - 3 sdm minyak untuk menumis
    - 250 gr ikan tongkol bakar tanpa tulang (suwir-suwir)
    - 250 gr daging buah pepaya muda, serut
    - 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
    - 3 cm jahe, kupas, bakar
    - 3 lembar daun jeruk purut, buang tulangnya
    - 1 sdm air asam kandis
    - 1 sdm gula merah
    - 50 gr daun kemangi, petiki

    Bumbu halus :
    - 6 butir bawang merah
    - 3 siung bawang putih
    - 3 buah cabai merah
    - garam secukupnya

    Cara membuat :
    1. Isi : panaskan minyak, tumis bumbu halus, jahe, daun jeruk purut, dan serai hingga harum. Tambahkan air asam aduk rata.
    2. Tambahkan tongkol, serutan pepaya muda, gula merah, dan kemangi. Aduk rata. Masak hingga pepaya lunak. Angkat. Sisihkan. 
    3. Kulit : campur tepung terigu, ragi, dan gula hingga rata. Tuangi telur dan santan secara perlahan. Mixer sampai kalis. Tambahkan garam, mixer lagi sampai elastis. Tutup serbet lembab, fermentasikan selama 30 menit.
    4. Kempiskan adonan, ambil masing masing 25 gr lalu bulatkan. Bulatkan semua sampai selesai. Pipihkan beri isi dan tutup. Pilin pinggirannya. Letakkan di atas meja bertabur tepung. Lakukan hingga semua adonan habis.
    5. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai matang.

     





    Topo Map Love Cake (Kek Alunan Kasih)



    Alhamdulillah...jadi jugaaaa bikin "cake peta" ini. Hehe... biar simpel aku sebut aja cake peta ya karena emang mirip peta bumi. Kalau kata anakku, "itu sih kayak lapisan tanah bu." Lapisan tanah si Sorowako tempat tinggalku kan banyak mengandung nikel. Ada beberapa jenis batuan nikel mentah warnanya hijau seperti kue ini...

    Kemarin kan waktu niat bikin kue ini aku lupa bagi dua adonannya jadi hasilnya jadi pandan butter cake. Tapi menurut hubby...justru lebih enak rasanya yang kemarin. Iya juga sih menurutku. Mungkin karena butternya. Pas aku beli dan buka kalengnya lhaaaa kok isinya kayak minyak...jadi cair gitu. Terpaksa sebelum aku pake dimasukin kulkas sebentar. Mungkin  juga kue ini terlalu banyak diaduk atau diutak atik jadi nggak terlalu lembut. Kue yang mengandung baking powder kan nggak boleh overmix. Tapi karena kue ini harus dibagi dua dulu adonannya...habis itu yang satu ditambahkan pandan, diaduk lagi, dituang sedikit sedikit dan diratakan...jadilah hasilnya seperti ini. Bukan berarti nggak enak. Tetap enak...tapi kurang lembut. Tapi kalo motifnya sih emang cantik yaaa...untuk warna hijaunya aku menggunakan pasta pandan bikinan sendiri. Tapi karena tidak menggunakan daun suji warnanya agak pucat. Jadi aku tambahkan pewarna hijau 1 tetes saja.

    Resep aku lihat dari Wendy's Ink "Table for 2...or more" dan resep originalnya dari Puan Mastura Yasak. Di Malaysia nama kue ini populer dengan topo map love cake atau kek alunan kasih. Mungkin karena teksturnya yang bergelombang gelombang jadi dinamakan alunan kasih ya. 

    Bahan :
    - 250 gr butter (aku 150 gr margarin dan 100 gr butter)
    - 250 gr gula halus
    - 5 butir telur
    - 300 gr tepung terigu protein sedang + 1 sdt baking powder
    - 125 gr susu evaporated
    - 1/2 sdt vanili bubuk
    - 1 sdt pandan pasta (aku pakai 3 sdm pandan paste home made)
    - 1 tetes pewarna hiijau
    - cokelat bubuk untuk taburan secukupnya

    Cara membuat :
    1. Panaskan oven 180 C. Siapkan loyang 20 cm (aku akai 22 cm makanya hasilnya agak tipis) oles mentega dan taburi tepung terigu.
    2. Kocok margarin, butter, vanila dan gula halus sampai mengembang dan pucat. Tambahkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
    3. Tambahkan separuh bagian terigu dan kocok dengan mixer kecepatan rendah,
    4. Masukkan susu evaporated. Kocok rata. Berikut masukkan sisa tepung dan kocok asal rata. 
    5. Bagi dua adonan, yang satu dibiarkan plain dan yang satu ditambahkan pasta pandan dan pewarna. Aduk asal rata.
    6. Tuang separuh adonan putih ke dalam loyang. Ratakan. Ayak cokelat bubuk sampai seluruh permukaannya tertutup cokelat. Tuang adonan pandan lalu ratakan. Beri ayakan cokelat lagi. Begitu selanjutnya dengan 2 adonan berikutnya. Yang terakhir tidak perlu diberi ayakan cokelat bubuk.
    7. Terakhir sebelum dimasukkan ke oven, hentakkan loyang perlahan agar gelembung udara yang terperangkap di salam kue keluar.
    8. Panggang sekitar 45 menit atau sampai tusuk gigi keluar dalam keadaan kering (aku cuma 35 menit karena loyangnya lebih lebar).

    OSENG JAKATEM


    Bahan :
    3 tongkol jagung manis disisir
    200 gr tempe diiris kecil lalu goreng setengah matang, sisihkan
    10 lonjor kacang panjang potong 3 cm
    2 cm lengkuas dimemarkan
    2 lbr daun salam
    8 buah cabai rawit diiris halus
    6 butir bawang merah diiris tipis
    3 butir bawang putih diiris halus
    ¼ sdt merica bubuk
    Garam secukupnya
    Gula merah secukupnya
    1 sachet masako rasa ayam

    Cara membuat :
    Tumis bawang merah , bawang putih, dan cabai rawit sampai harum lalu masukan semua bahan aduk beri air sedikit aduk masak sampai matang.